
Kafilah Kecamatan Murung Pudak pada MTQN ke-51 di Pugaan. (Foto/Istimewa)
TANJUNG, kalimantanprime.com – Sebanyak 541 peserta dari 12 kecamatan se-Kabupaten Tabalong mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) ke-51 tingkat Kabupaten Tabalong yang dipusatkan di Kecamatan Pugaan. Ajang ini sekaligus menjadi sarana menjaring qari, qariah, hafiz, dan hafizah terbaik untuk dipersiapkan mewakili Kabupaten Tabalong pada MTQ Nasional tingkat Provinsi Kalimantan Selatan ke-38 tahun 2027 di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).
Harapan tersebut disampaikan Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Tabalong, H. Nanang Mulkani, saat pembukaan MTQN ke-51 di halaman Kantor Kecamatan Pugaan, Kamis (5/11) malam.
Nanang menegaskan, MTQ tingkat kabupaten memiliki peran strategis dalam memetakan sekaligus mengembangkan potensi peserta dari seluruh kecamatan. Melalui kompetisi ini, para peserta terbaik diharapkan dapat terjaring untuk mendapatkan pembinaan lebih lanjut sebelum berlaga pada tingkat provinsi maupun nasional.
"Kita berharap seluruh kafilah mampu membawa nama baik dan mengharumkan Kabupaten Tabalong di tingkat provinsi maupun nasional. Salah satu sumber utamanya adalah melalui MTQ yang dilaksanakan di tingkat kabupaten ini," kata Nanang.
Namun, menurutnya, MTQ tidak semata-mata menjadi ajang perlombaan untuk mengejar prestasi. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Quran serta mendorong penerapan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari.
Ia juga mengakui bahwa penyelenggaraan MTQ membutuhkan persiapan matang, mulai dari perencanaan, koordinasi, tenaga, hingga dukungan berbagai elemen masyarakat. Karena itu, Nanang memberikan apresiasi kepada masyarakat Kecamatan Pugaan dan seluruh pihak yang telah bergotong royong menyukseskan kegiatan tersebut.
"Kita mengapresiasi seluruh masyarakat Kecamatan Pugaan dan berbagai pihak yang telah bergotong royong serta berkontribusi dalam mempersiapkan pelaksanaan MTQN ke-51," ujarnya.
Nanang berharap momentum MTQ dapat semakin memperkuat kehidupan religius masyarakat, sehingga nilai-nilai Al-Quran tidak hanya dipelajari dan dilantunkan dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi pedoman dalam kehidupan keluarga, lembaga pendidikan, dan lingkungan sosial.
"Kita berharap nilai-nilai Al-Quran semakin tumbuh dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, lembaga pendidikan maupun di tengah masyarakat," tambahnya.
Ia menilai, penyelenggaraan MTQ juga sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Tabalong melalui program Tabalong SMART (Sejahtera, Maju, Religius, Terdepan).
Menurutnya, pembangunan daerah tidak cukup hanya berorientasi pada kemajuan fisik dan ekonomi, tetapi harus diiringi penguatan nilai-nilai agama sebagai fondasi pembentukan sumber daya manusia yang beriman, berkarakter, dan berakhlak mulia.
"Pembangunan daerah yang maju harus berjalan beriringan dengan penguatan nilai-nilai agama sebagai bagian penting dalam membentuk sumber daya manusia yang berakhlak mulia," tandasnya.
Sementara itu, Bupati Tabalong HM Noor Rifani atau yang akrab disapa H. Fani berharap MTQN ke-51 mampu memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Tidak hanya melahirkan peserta berprestasi, kegiatan tersebut juga diharapkan semakin memperkuat syiar Islam dan meningkatkan semangat masyarakat dalam mempelajari serta mengamalkan Al-Quran.
Ia menginginkan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar dan sukses, sekaligus menjadi momentum mempererat kebersamaan serta meningkatkan kehidupan keagamaan di Bumi Sarabakawa.
"Mudah-mudahan seluruh kegiatan berjalan lancar, sukses serta memberikan makna yang luas bagi syiar Islam, khususnya di Kabupaten Tabalong yang kita cintai," ujar H. Fani.
Berdasarkan laporan Ketua Pelaksana MTQN ke-51 Kabupaten Tabalong yang juga Camat Pugaan, Farith Yusriannur Riza, kegiatan tahun ini diikuti 541 peserta yang tergabung dalam 12 kafilah kecamatan.
Para peserta berkompetisi dalam berbagai cabang perlombaan, mulai dari tilawah, tartil, tahfiz, syarhil Quran, fahmil Quran, kaligrafi, hingga karya tulis ilmiah Al-Quran. Mereka didampingi official dan pelatih dari masing-masing kecamatan.
Untuk memastikan kompetisi berjalan sesuai ketentuan, panitia juga berkoordinasi dengan LPTQ Kabupaten Tabalong dalam menghadirkan dewan hakim yang memiliki kompetensi serta menjunjung tinggi prinsip keadilan dan profesionalitas dalam penilaian.
Riza menegaskan, pelaksanaan MTQ memiliki tujuan lebih besar daripada sekadar menentukan pemenang. Kegiatan ini merupakan bagian dari ikhtiar membumikan Al-Quran, memperkuat nilai-nilai keislaman, mempererat ukhuwah Islamiyah, sekaligus membentuk generasi Qurani yang berakhlakul karimah.
"Kita berharap lahir generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia sebagai bagian dari upaya mewujudkan Kabupaten Tabalong yang SMART," pungkasnya. (Red)