KOTABARU, kalimantanprime.com – Memasuki hari kesepuluh pelaksanaan verifikasi lapangan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) melalui skema plasma KUD Gajah Mada di Kecamatan Kelumpang Selatan, Kabupaten Kotabaru, Kamis (15/10/2026), proses verifikasi terus dikebut. Seluruh lahan yang diajukan petani ditargetkan selesai diverifikasi, baik melalui mekanisme offline maupun online.
Kelancaran proses tersebut mendapat apresiasi dari kalangan petani plasma. Salah satunya Riswan Hadi, warga Desa Pantai, Kecamatan Kelumpang Selatan, yang mengaku sangat terbantu oleh pelayanan dan pendampingan KUD Gajah Mada, Kepala Desa Bumi Asih Suwono, serta tim PSR selama proses verifikasi lahan miliknya.
Ungkapan terima kasih itu disampaikan Riswan kepada awak media saat ditemui di tempat pendaftaran lahan miliknya, Kamis (15/10/2026).
“Alhamdulillah, saya sangat berterima kasih kepada KUD Gajah Mada, Kepala Desa Bumi Asih, serta tim PSR atas pelayanan dan bantuan yang diberikan. Dengan adanya dukungan tersebut, proses verifikasi lapangan untuk lahan milik saya dapat berjalan lancar,” ujar Riswan.
Menurutnya, kelancaran proses verifikasi menjadi hal penting bagi petani plasma dalam mengikuti tahapan program PSR. Ia berharap proses yang sedang berlangsung dapat memberikan kepastian bagi petani dalam mengajukan lahan untuk peremajaan tanaman kelapa sawit.
Program ini menjadi harapan bagi petani untuk memperbarui tanaman sawit yang sudah tua atau kurang produktif sehingga ke depan dapat meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan keluarga.
Sementara itu, Wakil Ketua KUD Gajah Mada, M. Rahmatullah, menyampaikan bahwa pelaksanaan verifikasi pada hari kesepuluh ditargetkan mampu menuntaskan seluruh lahan yang telah diajukan petani.
Menurutnya, proses verifikasi dilakukan melalui dua mekanisme, yakni secara langsung di lapangan (offline) dan secara daring (online), guna mendukung penyelesaian pendataan sesuai tahapan yang telah direncanakan.
“Pada hari kesepuluh ini, kami menargetkan seluruh lahan yang diajukan petani dapat selesai diverifikasi, baik secara offline maupun online. Kami terus mendorong percepatan proses ini melalui koordinasi dengan tim PSR, pemerintah desa, dan para petani agar seluruh tahapan dapat berjalan lancar,” ungkap Rahmatullah.
Ia menambahkan, kerja sama seluruh pihak sangat diperlukan, terutama dalam mendukung kelengkapan data dan memastikan proses verifikasi berjalan sesuai ketentuan.
Rahmatullah berharap upaya yang dilakukan bersama tersebut dapat membantu petani plasma melewati tahapan verifikasi dengan baik sehingga pelaksanaan program PSR dapat berlanjut sesuai prosedur yang berlaku.
Kepala Desa Bumi Asih: Kami Berupaya agar Petani Tidak Kehilangan Kesempatan
Dukungan terhadap pelaksanaan program PSR juga ditegaskan Kepala Desa Bumi Asih, Suwono. Ia menyatakan pemerintah desa akan berupaya semaksimal mungkin agar seluruh petani yang memenuhi persyaratan memperoleh kesempatan mengikuti program tersebut.
Menurut Suwono, dukungan pemerintah desa diperlukan untuk membantu petani dalam berkoordinasi dengan pihak terkait serta mempersiapkan persyaratan yang dibutuhkan selama proses pengajuan dan verifikasi lahan.
“Kami akan berupaya semaksimal mungkin agar semua petani bisa mengikuti program PSR ini. Kami ingin membantu petani agar proses pengajuan dan verifikasi lahannya berjalan lancar, dengan tetap mengikuti persyaratan dan ketentuan yang telah ditetapkan,” kata Suwono.
Ia berharap program PSR dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya petani plasma yang membutuhkan peremajaan tanaman untuk menjaga produktivitas kebun mereka.
Pelaksanaan verifikasi lapangan PSR di Kecamatan Kelumpang Selatan tidak hanya menjadi tahapan pemeriksaan administrasi dan kondisi lahan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam upaya mendorong peremajaan perkebunan kelapa sawit milik petani plasma.
Dukungan KUD Gajah Mada, pemerintah desa, tim PSR, dan partisipasi aktif petani menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran kegiatan tersebut.
Memasuki hari kesepuluh, target penyelesaian seluruh lahan menjadi perhatian utama. Jika seluruh tahapan verifikasi dapat diselesaikan sesuai rencana, petani diharapkan dapat melanjutkan proses program berdasarkan ketentuan yang berlaku.
Bagi petani seperti Riswan Hadi, kelancaran proses tersebut membawa harapan baru. Bukan sekadar menyelesaikan tahapan verifikasi, melainkan juga membuka peluang untuk mewujudkan perkebunan sawit yang lebih produktif dan menopang perekonomian keluarga.(San)
