Breaking News
Loading...

Terinspirasi Kekayaan Laut Kalimantan, Siswi SMKN 1 Kotabaru Hafizah Nur Fauzia Unjuk Karya di Festival Akrab

Hafizah Nur Fauzia

KOTABARU, kalimantanprime.com
– Kekayaan laut Kalimantan tak hanya menyimpan potensi sumber daya alam, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi lahirnya karya kreatif generasi muda. Hal itu dibuktikan Hafizah Nur Fauzia, siswi kelas XII Desain Produk Busana SMKN 1 Kotabaru, yang berani membawa gagasan dan kreativitasnya ke panggung fesyen melalui Festival Akrab.

Siswi yang akrab disapa Zia tersebut memanfaatkan kekayaan laut Kalimantan sebagai inspirasi dalam merancang busana. Melalui perpaduan ide, kreativitas, dan keterampilan yang dipelajarinya di bangku sekolah, ia berupaya menghadirkan karya yang memiliki karakter sekaligus mengangkat potensi lokal.

Keikutsertaan Zia dalam Festival Akrab menjadi salah satu langkah penting dalam perjalanan mengembangkan bakatnya di bidang desain busana. Apalagi, pengalaman berkarya yang dimilikinya tidak hanya terbatas di Kabupaten Kotabaru, tetapi juga pernah membawanya mengikuti kegiatan di Yogyakarta.

“Sejauh ini saya sudah mengikuti dua kegiatan, termasuk kegiatan di Yogyakarta dan Festival Akrab ini,” ungkap Zia saat ditemui kalimantanprime.com, Sabtu (24/10/2026).

Salah satu karya yang diperkenalkannya adalah cocktail dress, yakni busana yang dirancang untuk acara pesta semi-formal. Karya tersebut menjadi bagian dari proses eksplorasi Zia dalam mengembangkan kemampuan merancang busana sekaligus memperkaya pengalaman di dunia fesyen.

Bagi Zia, desain busana bukan sekadar tugas pembelajaran di sekolah. Sejak memilih jurusan Tata Busana di SMKN 1 Kotabaru, ia mulai menekuni bidang tersebut sebagai ruang untuk mengasah keterampilan, menuangkan ide, dan membangun masa depan sesuai minatnya.

Festival Akrab pun menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan, mengenal pengalaman baru, serta meningkatkan kepercayaan diri dalam memperkenalkan hasil karyanya kepada publik.

Perjalanan Zia mengembangkan bakat di bidang desain busana mendapat dukungan penuh dari keluarga. Johannudin, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kotabaru yang merupakan ayah Zia, mengaku bangga atas pencapaian putrinya.

Menurut Johannudin, keberanian Zia untuk mengembangkan bakat dan menunjukkan hasil karyanya merupakan hal positif yang patut diapresiasi. Ia menegaskan, keluarga akan terus memberikan dukungan terhadap minat dan cita-cita putrinya, termasuk jika ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Sebagai orang tua, saya ikut bangga atas prestasi yang diraih Zia. Kami akan terus mendukung keinginan Zia yang positif, termasuk untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya,” ujar Johannudin.

Dukungan tersebut menjadi modal penting bagi Zia untuk terus mengembangkan kemampuannya. Setelah menyelesaikan pendidikan di SMK, ia berencana melanjutkan kuliah di bidang Tata Busana agar dapat memperdalam ilmu, meningkatkan keterampilan, dan memperluas peluang berkarier di industri fesyen.

Zia menyadari bahwa perjalanan menjadi seorang desainer membutuhkan kemauan untuk terus belajar, keberanian mencoba, serta konsistensi dalam berkarya. Karena itu, ia mengajak generasi muda untuk tidak ragu mengembangkan potensi yang dimiliki.

“Pesan saya, kembangkan diri dan bakat yang kalian miliki, apa pun bidangnya,” tuturnya.

Kisah Zia menjadi gambaran bahwa potensi generasi muda dapat tumbuh melalui pendidikan, kesempatan, dan dukungan keluarga. Inspirasi yang bersumber dari kekayaan laut Kalimantan juga menunjukkan bahwa potensi daerah dapat diolah menjadi gagasan kreatif yang memiliki identitas tersendiri.

Melalui Festival Akrab, Zia tidak hanya memperkenalkan karya desain busananya, tetapi juga menunjukkan bahwa anak muda Kotabaru memiliki ruang untuk berkembang, berani tampil, dan membawa kreativitas lokal menuju peluang yang lebih luas.(San) 

Lebih baru Lebih lama