
Bupati Tabalong H. Muhammad Noor Rifani meresmikan Kantor Administrasi Pondok Pesantren Teknologi Pertanian Al-Islam Kambitin yang ditandai dengan pemotongan pita. (Foto: Ist)
TANJUNG, kalimantanprime.com - Upacara Peringatan Hari Santri Nasional 2026 digelar di Pondok Pesantren Teknologi Pertanian Al-Islam Desa Kambitin, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Tabalong, Senin (26/10).
Upacara ini dipimpin langsung Bupati Tabalong, H. Muhammad Noor Rifani dan dihadiri Ketua TP PKK Tabalong, Hj. Desi Suryanti Noor Rifani, perwakilan unsur Forkopimda, serta Kepala Kemenag Tabalong, H Sahidul Bakhri.
Selain itu, juga turut hadir perwakilan pimpinan pondok pesantren di Tabalong, para ustaz dan ustazah, jajaran Kemenhaj Tabalong serta para santri dan santriwati.
Rangkaian peringatan Hari Santri Nasional diawali dengan penampilan tari kolosal, penyerahan piagam penghargaan bagi lima pondok pesantren yang telah menunjukkan dedikasi, kreativitas, dan inovasi dalam mengembangkan kewirausahaan serta kemandirian ekonomi pesantren di Tabalong.
Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas upaya pondok pesantren dalam mengembangkan usaha produktif yang tidak hanya memberikan manfaat bagi pesantren, tetapi juga menjadi inspirasi bagi masyarakat.
Kemudian, pemberian trofi kepada pondok pesantren se-Tabalong sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan atas partisipasi serta kontribusi dalam mendidik dan membina generasi muda yang berakhlak mulia, berkarakter, dan berdaya saing.
Penghargaan ini merupakan wujud apresiasi atas peran pondok pesantren dalam membentuk generasi penerus bangsa yang berkualitas, sebagai bagian dari upaya bersama menyongsong terwujudnya Generasi Emas Indonesia Tahun 2045.
Selanjutnya, Bupati Tabalong juga meresmikan Kantor Administrasi Pondok Pesantren Teknologi Pertanian Al-Islam Kambitin yang ditandai dengan pemotongan pita.
Dalam sambutannya, Bupati mengapresiasi para alim ulama, guru agama, pimpinan pondok pesantren, serta jajaran Kemenag yang selama ini mendukung visi Tabalong Smart, khususnya dalam mewujudkan masyarakat yang religius.
"Alhamdulillah berkat kolaborasi dan sinergi kita, kehidupan keagamaan di Tabalong, kehidupan religius sangat terasa," ucapnya.
Menurutnya, santri saat ini tidak hanya sebatas berperan dalam bidang dakwah dan keagamaan, juga terbuka untuk berbagai bidang profesi, termasuk kepemimpinan, kewirausahaan, dan kesehatan.
"Peran yang disampaikan Menteri tadi bahwa santri bukan hanya sekadar untuk fungsi sebagai pendakwah saja, tetapi bisa menjadi pemimpin nantinya, bisa menjadi di mana pun dia berada, bisa jadi pengusaha, jadi dokter bisa," ujarnya.
Ia juga mengajak para santri agar bisa memanfaatkan kesempatan belajar sebagai upaya meningkatkan sumber daya manusia yang sejalan dengan visi pembangunan daerah.
"Jadi, anak-anak santri, kalian harus terus belajar, ini kesempatan emas. Tabalong sekarang dengan visi Tabalong Smart terkait sumber daya manusia sangat kami perhatikan," ajaknya. (Red)