![]() |
| RSUD Hadji Boejasin Pelaihari bersiap meningkatkan status dari rumah sakit tipe C menjadi tipe B. Pemerintah Kabupaten Tanah Laut menargetkan proses tersebut dapat terealisasi pada akhir 2026. |
TANAH LAUT, kalimantanprime.com – RSUD Hadji Boejasin Pelaihari bersiap meningkatkan status dari rumah sakit tipe C menjadi tipe B. Pemerintah Kabupaten Tanah Laut menargetkan proses tersebut dapat terealisasi pada akhir 2026.
Persiapan kenaikan kelas rumah sakit itu dibahas dalam rapat koordinasi bersama Pemkab Tanah Laut dan sejumlah pemangku kepentingan di Aula Barakat Sekretariat Daerah Tanah Laut, Selasa (15/9/2026).
Bupati Tanah Laut Rahmat Trianto berharap peningkatan status tersebut dapat selesai sebelum akhir tahun. Jika terealisasi, kenaikan kelas RSUD Hadji Boejasin diharapkan menjadi kado bagi masyarakat pada Hari Jadi ke-61 Kabupaten Tanah Laut, Desember mendatang.
“Kalau bisa di akhir tahun ini sebagai kado hadiah ulang tahun pada Hari Jadi Kabupaten Tanah Laut ke-61 bulan Desember mendatang,” kata Rahmat.
Direktur RSUD Hadji Boejasin, dr. Sigit Prasetia Kurniawan, mengatakan rapat tersebut menjadi bagian dari tahapan persiapan pemenuhan persyaratan menuju tipe B.
Menurutnya, peningkatan kelas diperlukan seiring bertambahnya kebutuhan layanan kesehatan masyarakat. Saat ini, RSUD Hadji Boejasin telah memiliki sejumlah layanan, di antaranya catheterization laboratory (Cathlab), layanan stroke infark, radiologi intervensi, hemodialisis, bedah digestif, obstetri dan ginekologi, serta perinatologi.
Rumah sakit juga tengah mempersiapkan layanan onkologi dan bedah saraf.
“Dengan SDM dan fasilitas penunjang yang memadai, tentunya menjadi urgensi untuk peningkatan kelas rumah sakit menjadi kelas B,” ujar Sigit.
Selain melayani masyarakat Tanah Laut, RSUD Hadji Boejasin juga menjadi salah satu rumah sakit rujukan bagi pasien dari daerah lain, termasuk Tanah Bumbu dan Kotabaru.
Untuk mendukung proses tersebut, manajemen rumah sakit telah membentuk Tim Peningkatan Kelas RSUD Hadji Boejasin. Tim ini bertugas menyiapkan berbagai persyaratan, mulai dari sarana dan prasarana, peralatan kesehatan hingga sumber daya manusia, termasuk dokter spesialis dan subspesialis.
Jika terealisasi, peningkatan menjadi tipe B diharapkan memperluas peran RSUD Hadji Boejasin sebagai rumah sakit rujukan regional di Kalimantan Selatan.
Status baru itu juga membuka peluang pengembangan rumah sakit sebagai rumah sakit satelit pendidikan untuk mendukung penguatan sumber daya manusia di bidang kesehatan.(Red)
