Breaking News
Loading...

KORMI Kotabaru Sport Festival 2026 Digelar di Langkang, 14 Olahraga Tradisional Dipertandingkan


KOTABARU, kalimantanprime.com– Upaya melestarikan olahraga tradisional sekaligus menjaring bibit atlet potensial terus digencarkan di Kabupaten Kotabaru. Melalui KORMI Kotabaru Sport Festival 2026, semangat berolahraga, kebersamaan, dan pelestarian budaya lokal digaungkan hingga ke tingkat desa.

Festival yang digelar Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Kotabaru di Desa Langkang Baru, Kecamatan Pulau Laut Timur, Sabtu (10/10/2026), dibuka langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Kotabaru, Hj. Suwanti, dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas).

Sebanyak 14 cabang olahraga tradisional dan rekreasi dipertandingkan dalam festival tersebut. Ajang ini tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antarwarga sekaligus mendorong tumbuhnya budaya hidup sehat di tengah masyarakat.

Adapun cabang olahraga yang dipertandingkan meliputi bakiak, hadang, bola sundul, panco, lari balok, egrang, ketapel, gebuk bantal, badaku, halma, gasing, domino, tarik tambang antardesa, dan balogo.

Beragam permainan tersebut menghadirkan nuansa olahraga yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Selain menguji ketangkasan, kekuatan, dan strategi peserta, sejumlah cabang juga menuntut kekompakan serta kerja sama tim.


Dalam sambutannya, Hj. Suwanti menegaskan bahwa festival olahraga masyarakat tidak semata-mata berorientasi pada kemenangan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi wadah untuk membangun kebersamaan, memperkuat kekompakan, dan menumbuhkan semangat gotong royong.

“Selain sebagai sarana menjaga kebugaran tubuh, kegiatan olahraga masyarakat juga diharapkan dapat memperkuat kebersamaan, kekompakan, serta semangat gotong royong di tengah masyarakat Desa Langkang Baru,” ujar Suwanti.

Menurutnya, penyelenggaraan festival olahraga hingga tingkat kecamatan merupakan langkah penting untuk memperluas partisipasi masyarakat dalam kegiatan olahraga, termasuk bagi warga yang tinggal di wilayah perdesaan.

Dengan demikian, olahraga tidak hanya terpusat di kawasan perkotaan, tetapi juga dapat berkembang di desa-desa sebagai bagian dari aktivitas masyarakat yang menyehatkan sekaligus mempererat hubungan sosial.


Suwanti berharap KORMI Kotabaru Sport Festival 2026 dapat menjadi momentum untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap olahraga rekreasi dan tradisional.

Menurutnya, olahraga tradisional memiliki nilai lebih karena tidak hanya mengandung unsur permainan dan kebugaran, tetapi juga menyimpan nilai budaya lokal yang perlu dijaga agar tetap dikenal oleh generasi muda.

“Melalui pelaksanaan festival di tingkat kecamatan seperti di Pulau Laut Timur ini, diharapkan semangat kebersamaan dan kesehatan masyarakat dapat terus ditingkatkan, sekaligus melestarikan kembali olahraga tradisional yang sarat akan nilai budaya lokal,” pungkasnya.

Melalui festival ini, pengembangan olahraga masyarakat di Kotabaru diharapkan semakin merata. Keterlibatan warga di tingkat desa dan kecamatan juga menjadi peluang untuk menemukan potensi atlet, membangun kebiasaan hidup sehat, serta menjaga keberlangsungan olahraga tradisional sebagai bagian dari kekayaan budaya daerah.(San) 
Lebih baru Lebih lama