KOTABARU, kalimantanprime.com – Penguatan kapasitas dan peningkatan keterwakilan perempuan dalam politik menjadi perhatian Ketua DPRD Kabupaten Kotabaru, Hj. Suwanti. Perempuan yang berasal dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tersebut menegaskan pentingnya membekali kaum perempuan dengan kemampuan politik, strategi komunikasi, serta jejaring yang kuat untuk mendorong lahirnya kepemimpinan yang inklusif dan berintegritas.
Hal itu disampaikan Suwanti saat menghadiri Workshop Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Kabupaten Kotabaru, yang berlangsung selama dua hari, 5–6 Oktober 2026, di lantai 5 Hotel Grand Surya, Jalan Suryagandamana, Kelurahan Kotabaru Hulu, Kecamatan Pulau Laut Utara.
Kehadiran Suwanti dalam kegiatan tersebut disambut baik oleh penyelenggara. Workshop ini menjadi salah satu upaya memperkuat kapasitas perempuan, khususnya mereka yang berkecimpung di dunia politik dan menduduki posisi strategis di lembaga legislatif.
Mengusung tema “Penguatan Kapasitas Perempuan dalam Politik untuk Mewujudkan Kepemimpinan yang Inklusif, Berintegritas, dan Berdaya Saing,” kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) perempuan agar semakin siap mengambil peran dalam proses pengambilan kebijakan dan pembangunan daerah.
Dalam kesempatan itu, Suwanti mengungkapkan bahwa perempuan perlu dibekali kemampuan yang memadai untuk menghadapi tantangan politik, termasuk dalam membangun komunikasi yang efektif dan memperluas jejaring.
Menurutnya, penguatan kapasitas tersebut penting untuk mendorong peningkatan keterwakilan perempuan di lembaga legislatif, yang selama ini menjadi salah satu perhatian dalam upaya mewujudkan kesetaraan partisipasi politik.
“Keterlibatan perempuan akan mendorong dan meningkatkan efektivitas keterwakilan di ranah legislatif,” jelasnya.
Ia menilai, semakin kuat kapasitas perempuan dalam politik, semakin besar pula peluang mereka untuk berkontribusi dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan kepentingan perempuan dan kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian lebih.
Target keterwakilan perempuan sebesar 30 persen di parlemen juga menjadi salah satu sorotan dalam upaya memperluas ruang partisipasi perempuan dalam politik. Untuk mewujudkannya, diperlukan peningkatan kualitas kader, penguatan jaringan politik, serta dukungan terhadap perempuan agar mampu bersaing dan mengambil peran strategis.
Melalui workshop KPPI Kotabaru ini, diharapkan lahir perempuan-perempuan yang tidak hanya memiliki keberanian untuk terjun ke dunia politik, tetapi juga dibekali kompetensi, integritas, dan kemampuan kepemimpinan untuk berkontribusi dalam pembangunan.
Penguatan peran perempuan dalam politik pada akhirnya bukan sekadar persoalan jumlah keterwakilan, melainkan juga tentang memastikan suara, pengalaman, dan kepentingan perempuan mendapat ruang yang proporsional dalam proses pengambilan keputusan publik.(San)
