Breaking News
Loading...

Gegara Uang Menang Slot Tak Dibagi, Tiga Pria Keroyok dan Tusuk Ijay hingga Tewas di Mantuil


BANJARMASIN, kalimantanprime.com – Persoalan uang kemenangan judi slot berujung maut di kawasan Jalan Tembus Mantuil, Banjarmasin Selatan. Adi Imam Fizay alias Ijay (30), seorang nelayan, tewas setelah dikeroyok dan ditusuk menggunakan gunting modifikasi oleh tiga pria yang dikenalnya.

Polisi mengungkap, dugaan pengeroyokan tersebut dipicu rasa sakit hati salah satu pelaku karena tidak mendapat bagian uang kemenangan judi slot yang diperoleh korban.

Ketiga tersangka masing-masing berinisial R (31), AH (28), dan R (27). Mereka merupakan warga kawasan Jalan Tembus Mantuil, Banjarmasin Selatan.

Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Riza Muttaqin membeberkan pengungkapan kasus tersebut dalam konferensi pers di Mapolsek Banjarmasin Selatan, Rabu (14/10/2026).

Menurut Riza, peristiwa berdarah itu bermula pada Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 13.20 Wita. Korban bersama ketiga tersangka dan sejumlah saksi berkumpul di teras rumah seorang warga bernama Padli.

Mereka saat itu patungan membeli minuman keras dan minuman energi untuk dikonsumsi bersama.

Di tengah perkumpulan tersebut, R (27) mulai mempermasalahkan uang kemenangan judi slot yang diperoleh korban pada malam sebelumnya.

Pelaku diduga kesal lantaran tidak mendapat bagian keuntungan, meski ponsel yang digunakan korban untuk bermain judi online merupakan miliknya.

“Lantaran salah satu pelaku meminjamkan ponsel yang dipakai korban menang slot, namun korban tak mau membagi keuntungan tersebut hingga terjadilah cekcok dan penusukan,” ungkap Riza.

Persoalan itu kemudian memicu keributan. R (31) ikut tersulut emosi hingga mengajak rekannya untuk memukuli korban.

Situasi semakin panas ketika Ijay meninggalkan tempat berkumpul dan berjalan menuju musala yang tidak jauh dari lokasi.

Ketiga tersangka kemudian menyusul korban. Cekcok kembali terjadi hingga berujung pengeroyokan.

Polisi mengungkap, masing-masing tersangka diduga memiliki peran dalam aksi kekerasan tersebut.

R (31) diduga memukul bagian belakang kepala korban. AH (28) menghantam wajah, sedangkan R (27) memukul bagian dahi.

Aksi itu berlanjut ketika R (31) diduga menusuk dada kiri korban menggunakan senjata tajam berupa gunting yang telah dimodifikasi dengan panjang sekitar 15 sentimeter.

Dalam kondisi terluka, Ijay berusaha menyelamatkan diri dengan berlari keluar gang. Namun, AH (28) disebut masih sempat mengejarnya.

Korban kemudian masuk ke rumah seorang warga bernama Nurdin untuk meminta pertolongan.

Saat itu, Nurdin sedang makan bersama keluarganya. Kedatangan korban secara mendadak membuat penghuni rumah terkejut, terlebih tubuh Ijay dipenuhi darah.

Korban sempat meminta pertolongan sebelum akhirnya tergeletak di ruang tamu.

Ketika ditanya mengenai asalnya, korban masih sempat menjawab bahwa dirinya berasal dari Kelayan. Namun, saat ditanya siapa yang melukainya, korban tidak memberikan jawaban.

Nurdin kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada polisi. Petugas yang tiba di lokasi mendapati korban sudah meninggal dunia.

Kapolsek Banjarmasin Selatan Kompol Christugus Lirens mengatakan ketiga tersangka berhasil diamankan tidak lama setelah kejadian.

“Diamankan di sekitar lokasi kejadian,” ujarnya.

Penangkapan dilakukan oleh tim gabungan Satreskrim Polresta Banjarmasin dan Polsek Banjarmasin Selatan setelah polisi mengidentifikasi orang-orang yang diduga terlibat dalam pengeroyokan tersebut.

Dari pengungkapan kasus itu, polisi turut menyita satu gunting modifikasi sepanjang sekitar 15 sentimeter yang diduga digunakan untuk menusuk korban.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat Pasal 458 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait pembunuhan, dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara.

Mereka juga dijerat Pasal 262 ayat (4) KUHP mengenai kekerasan secara bersama-sama yang mengakibatkan kematian, dengan ancaman pidana maksimal 12 tahun penjara.

Kasus ini kini memasuki proses hukum. Polisi menduga persoalan pembagian uang kemenangan judi slot menjadi pemicu aksi kekerasan yang berakhir dengan tewasnya Ijay.(Red) 

Lebih baru Lebih lama