Breaking News
Loading...

Gandeng Bank Indonesia, PWI Kalsel Gelar UKW : Wartawan Didorong Makin Kompeten

Foto bersama usai pembukaan kegiatan UKW Angkatan XXIII PWI Kalsel yang didukung Bank Indonesia, di Hotel G'Sign Banjarmasin, Kamis, 1 Oktober 2026.

BANJARMASIN, kalimantanprime.com
– Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Selatan (Kalsel), didukung Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan (KPw BI Kalsel), menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan XXIII di Hotel G'Sign Banjarmasin.

Sebanyak 30 jurnalis mengikuti UKW yang mengangkat tema “Wartawan Kompeten, Ekonomi Kuat, Banua Sejahtera” tersebut. Kegiatan berlangsung selama dua hari, Kamis-Jumat, 1-2 Oktober 2026. Dari 30 peserta, sebanyak 12 wartawan mengikuti jenjang Muda, 12 peserta jenjang Madya, dan 6 peserta jenjang Utama.

Ketua PWI Kalsel, Zainal Helmie, berharap seluruh peserta dapat mengikuti seluruh mata uji dengan serius dan menyelesaikan rangkaian UKW dengan hasil yang memuaskan.

“Kita mengharapkan Uji Kompetensi Wartawan ini bukan hanya menerima sertifikat, tapi menghasilkan wartawan yang unggul. Kita ingin meningkatkan wartawan, bukan hanya bisa menulis berita, tetapi juga bisa membuat konten dan video-video pendek karena kita sudah berada di era digitalisasi,” ungkap Helmie.

Menurutnya, dukungan Bank Indonesia terhadap pelaksanaan UKW menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya wartawan sekaligus mendorong penyampaian informasi yang berimbang kepada masyarakat.

“Kita berharap kerja sama yang pertama ini terus berlanjut dan bukan yang terakhir. Evaluasi tentu penting untuk melihat apakah kita berhasil dalam melaksanakan UKW kali ini. Semoga seluruh peserta bisa lulus semua. Tentu Bank Indonesia juga akan mengevaluasi kembali kerja sama ini,” ujarnya.

Menurut Helmie, peningkatan kompetensi wartawan juga memberikan dampak positif bagi pemerintah daerah maupun korporasi sebagai mitra pers.

“Bagi korporasi, pemerintah kabupaten maupun pemerintah provinsi, ini juga bagus. Dengan kualitas wartawan yang baik, tentu dampak pemberitaan bagi daerah juga akan baik. Itu yang kita harapkan dari uji kompetensi wartawan ini,” tuturnya.

Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Kalimantan Selatan (KPw BI Kalsel) yang diwakili Kepala Divisi Implementasi Kekda, Mualam Noor, berharap pelaksanaan UKW dapat semakin meningkatkan kompetensi jurnalis di Kalimantan Selatan.

“Terus tetap bisa menulis karya jurnalistik yang berbobot. Bisa menyampaikan kebijakan dari pemerintah daerah, Bank Indonesia, atau regulator yang ada di daerah supaya masyarakat bisa menerima pemberitaan secara jelas,” ucapnya.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan PWI Kalsel dalam meningkatkan kualitas literasi masyarakat.

“Selain itu, tentunya dengan kegiatan ini kolaborasi antara Bank Indonesia dengan pemerintah daerah dan PWI Kalsel akan berjalan dengan baik. Dan literasi masyarakat Kalsel nantinya akan meningkat,” sebutnya.

Mualam menambahkan, KPw BI Kalsel bersama PWI Kalsel akan terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut untuk melihat peluang penguatan kolaborasi pada masa mendatang.

“Jadi, hasil ini menentukan hasil dari kegiatan saat ini. Kami juga minta titip kepada teman-teman yang ikut UKW untuk benar-benar serius mengikuti kegiatan ini,” pesannya.

Sementara itu, Asisten III Bidang Administrasi Umum Setdaprov Kalsel, Dinansyah, yang hadir mewakili Gubernur Kalsel H. Muhidin, menyampaikan apresiasi kepada PWI Kalsel dan Bank Indonesia yang terus mendorong peningkatan profesionalisme serta kompetensi wartawan di Kalimantan Selatan.

“Kita semua memahami bahwa pers memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat dan pembangunan daerah. Melalui pemberitaan, masyarakat memperoleh informasi mengenai berbagai hal yang terjadi di sekitarnya, termasuk kebijakan pemerintah, perkembangan ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga berbagai persoalan yang dihadapi,” ucapnya, membacakan sambutan Gubernur H. Muhidin. 

Menurutnya, kualitas informasi menjadi hal yang sangat penting. Wartawan tidak hanya dituntut mampu menyampaikan berita dengan cepat, tetapi juga harus memastikan informasi yang disampaikan benar, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Terlebih di era digital seperti sekarang, tantangan dunia jurnalistik semakin besar. Informasi dapat menyebar dalam hitungan menit, bahkan detik. Pada saat yang sama, masyarakat juga berhadapan dengan berbagai informasi yang belum tentu benar,” sampainya.

Dalam kondisi tersebut, wartawan profesional memiliki peran penting dalam menjaga kepercayaan publik. Kompetensi, ketelitian, etika, serta keberanian melakukan verifikasi menjadi modal utama agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat tetap berkualitas.

“Saya berharap UKW ini dapat menjadi bagian dari upaya untuk terus meningkatkan kualitas wartawan di Kalimantan Selatan. Wartawan yang kompeten tidak cukup hanya memiliki kemampuan menulis karya jurnalistik, tetapi juga harus memahami kode etik, mampu melakukan verifikasi, serta memiliki tanggung jawab sosial dalam setiap informasi yang disampaikan kepada publik,” imbuhnya.

Pelaksanaan UKW Angkatan XXIII PWI Kalsel diharapkan tidak berhenti pada pencapaian sertifikasi semata. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkuat profesionalisme, integritas, dan kemampuan adaptasi wartawan menghadapi perkembangan teknologi serta perubahan pola konsumsi informasi masyarakat.

Dengan wartawan yang semakin kompeten dan profesional, pers diharapkan mampu terus menjadi jembatan informasi yang terpercaya dalam menyajikan fakta secara jernih, mengawal kepentingan publik, sekaligus turut mendorong pembangunan dan kemajuan Banua. (Wamen/Rilis) 

Lebih baru Lebih lama