
Bupati Tabalong H. Muhammad Noor Rifani menginstruksikan agar pengadaan seragam sekolah gratis melibatkan penjahit dan pelaku UMKM lokal di masing-masing wilayah. (Foto: Ist)
TANJUNG, kalimantanprime.com – Program bantuan seragam sekolah gratis di Kabupaten Tabalong tidak hanya ditujukan untuk meringankan beban orang tua siswa, tetapi juga diarahkan menjadi penggerak ekonomi masyarakat.
Bupati Tabalong H. Muhammad Noor Rifani menginstruksikan agar pengadaan seragam sekolah gratis melibatkan penjahit dan pelaku UMKM lokal di masing-masing wilayah.
Arahan tersebut disampaikan Haji Fani saat memimpin rapat koordinasi persiapan program seragam gratis bersama para penjahit dari wilayah utara Tabalong di Kantor Kecamatan Haruai, Senin (5/10/2026).
Menurutnya, kebijakan melibatkan penjahit lokal merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah agar anggaran program dapat berputar dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Tabalong.
“Pengadaan ini kami tetapkan untuk diserahkan ke sekolah dan dilaksanakan oleh penjahit lokal di Tabalong untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Artinya, ini dari kita dan untuk kita semua,” ujar Haji Fani.
Untuk wilayah utara Tabalong, program tersebut mencakup 206 sekolah dengan total pesanan mencapai 20.743 set seragam.
Bantuan diberikan kepada siswa jenjang PAUD hingga SMP, termasuk pakaian muslim bagi siswa SD dan SMP.
Pelaksanaan program juga menjadi peluang bagi penjahit lokal. Di wilayah utara, ratusan penjahit dilibatkan, masing-masing 26 orang dari Haruai, 15 dari Upau, 28 dari Jaro, 20 dari Bintang Ara, dan 44 dari Muara Uya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tabalong, Gusti Judid Ihsan Permana, menjelaskan pengadaan seragam tersebut menggunakan skema pembiayaan melalui Dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA).
“Dinas Pendidikan Tabalong akan menyalurkan Dana BOS ke satuan pendidikan masing-masing, kemudian kami tambahkan alokasi Dana BOSDA untuk pengadaan seragam gratis. Nantinya, pihak sekolah yang akan langsung melakukan kerja sama dengan penyedia UMKM di wilayahnya masing-masing,” jelas Judid.
Menurutnya, pola tersebut diharapkan membuat pelaksanaan program lebih dekat dengan masyarakat sekaligus membuka ruang bagi UMKM dan penjahit lokal untuk terlibat langsung dalam pengadaan.
Dengan demikian, program seragam gratis tidak hanya membantu mengurangi beban pengeluaran orang tua saat tahun ajaran baru, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat melalui peningkatan aktivitas usaha dan pendapatan penjahit lokal.
Secara keseluruhan, program seragam sekolah gratis Kabupaten Tabalong menyasar 572 sekolah dengan total pesanan mencapai 63.435 potong seragam.
Program tersebut juga melibatkan sebanyak 324 penjahit lokal di berbagai wilayah Kabupaten Tabalong. (Red)