
Pertemuan tertutup antara Dinas Perhubungan Kotabaru dan Organda. (Foto: Abu Suwandi untuk kalimantanprime.com)
KOTABARU, kalimantanprime.com — Misteri pemberhentian operasional layanan Buy The Service (BTS) Trans Saijaan mulai menjadi sorotan. Rapat Gabungan Komisi DPRD Kabupaten Kotabaru yang sedianya digelar Senin 7 September 2026, untuk membahas penghentian layanan tersebut justru dibatalkan setelah sebelumnya memantik berlangsung pertemuan tertutup antara Dinas Perhubungan dan Organda, Minggu (4/9/2026).
Pembatalan RDP menimbulkan tanda tanya. Terlebih, hingga kini alasan pasti penghentian operasional BTS Trans Saijaan belum disampaikan secara terbuka kepada publik.
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kotabaru, Abu Suwandi, mengatakan layanan BTS Trans Saijaan diharapkan kembali beroperasi.
“Besok sudah boleh jalan, insyaallah,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.
Namun, ketika ditanya mengenai penyebab penghentian operasional BTS, Abu Suwandi tidak memberikan penjelasan rinci dan meminta agar persoalan tersebut dikonfirmasi kepada Dinas Perhubungan.
“Tanya dinas saja. Saya kawal kebijakannya,” katanya.
Pernyataan tersebut semakin menyisakan pertanyaan mengenai apa sebenarnya yang menjadi dasar penghentian layanan transportasi publik tersebut.
Apalagi, sebelumnya DPRD Kotabaru telah menjadwalkan Rapat Gabungan Komisi bersama Organda, eksekutif, dan pihak terkait untuk membahas persoalan BTS Trans Saijaan. Namun, rapat tersebut kemudian dibatalkan dengan alasan persoalan telah dibahas dalam pertemuan sebelumnya.
Terkait alasan penghentian, Abu Suwandi menyebut informasi yang diketahuinya berkaitan dengan defisit anggaran dari pemerintah pusat.
“Ya, setahu saya defisit anggaran dari pusat. Itu yang saya ketahui,” ujarnya.
Di sisi lain, publik masih menunggu penjelasan resmi dari Dinas Perhubungan Kabupaten Kotabaru mengenai mengapa BTS Trans Saijaan dihentikan, apa dasar kebijakannya, berapa besar dampak persoalan anggaran, serta bagaimana kepastian operasional layanan tersebut ke depan.
Sebab, layanan transportasi publik yang sebelumnya mendapat respons positif masyarakat kini sempat mengalami penghentian, kemudian disebut akan kembali beroperasi. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kepastian dan keberlanjutan program BTS Trans Saijaan di Kabupaten Kotabaru.
Saat berita ini dirilis belum ada jawaban dari Dinas Perhubungan Kabupaten Kotabaru. (San)