Breaking News
Loading...

Rapat Koordinasi FKPT Kalsel Perkuat Pencegahan Radikalisme

Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kalimantan Selatan menggelar rapat koordinasi sekaligus silaturahmi bersama seluruh pengurus di Banjarmasin, Jumat (18/9) sore.

BANJARMASIN, kalimantanprime.com
— Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kalimantan Selatan menggelar rapat koordinasi sekaligus silaturahmi bersama seluruh pengurus di Banjarmasin, Jumat (18/9) sore.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua FKPT Kalsel Dr. Ir. H. Muhammad Fauzi Makki, M.P., Kabid Penelitian dan Pengkajian Mukhdiansyah, Kabid Media Zainal Helmi, serta Sekretaris FKPT Kalsel Israjuddin.

Rapat membahas tentang penguatan pencegahan dini penyebaran paham radikalisme dan terorisme yang menyasar masyarakat, khususnya anak-anak dan generasi muda melalui media sosial. Pada pertemuan tersebut juga dibahas soal dukungan pemerintah daerah terkait dana hibah 2027 yang belum ada kejelasan.

Ketua FKPT Kalsel Muhammad Fauzi Makki mengatakan, penyebaran paham radikalisme di kalangan anak-anak menjadi perhatian serius terkait semakin luasnya penggunaan media sosial.

“Paham radikalisme di kalangan anak-anak semakin merebak, terutama melalui media sosial. Ini juga berkaitan dengan adanya peristiwa ledakan bom di lingkungan SMAN 72 Jakarta beberapa waktu lalu,” ujarnya.

Menurut Makki, pada tahun ini FKPT Kalsel akan fokus pada kegiatan pada pencegahan terorisme di Kalimantan Selatan. “Pada 2026 ini kita fokus pada kegiatan sosialisasi bahaya dan pencegahan terorisme di Kalsel. Penelitian 2025 kita jadikan pijakan dalam melaksanakan program kegiatan FKPT di Kalsel,” katanya.

Ia menjelaskan, sesuai tugas dan fungsi, FKPT menjalankan program kegiatan seperti memperkuat partisipasi masyarakat dalam pencegahan terorisme melalui edukasi, literasi, dialog, dan kerja sama lintas sektor. Termasuk menjalin komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah daerah, dalam hal pembahasan yang berkaitan dengan pencegahan terorisme.

“Selama ini sinergi dengan pemerintah daerah bagus dan tetap jalan, terutama dengan Kesbangpol Provinsi Kalsel,” ungkap Makki.

Sementara itu terkait operasional kegiatan FKPT Kalsel, Makki mengatakan FKPT Kalsel sebelumnya memperoleh dana hibah dari Pemerintah Provinsi Kalsel. Namun, berdasarkan ketentuan mengenai hibah, bantuan tersebut tidak diberikan setiap tahun. “Kita terakhir mendapat dana hibah pada tahun 2025,” katanya.

Makki menyayangkan nilai bantuan yang diterima FKPT Kalsel cenderung menurun. Untuk 2027, pihaknya belum dapat memastikan apakah dana hibah dari pemerintah daerah kembali diberikan.

“Kita berharap tidak hanya FKPT, tetapi berbagai forum lain juga mendapat dukungan dana hibah dari pemerintah daerah. Jangan sampai dinolkan,” ujarnya.

Menurut Makki, dukungan pemerintah daerah terhadap FKPT berbeda di setiap provinsi. Ia mencontohkan DKI Jakarta dan Jawa Timur yang dinilai memberikan dukungan anggaran cukup besar, sehingga kegiatan pencegahan dapat dilaksanakan lebih leluasa.

“Dengan dukungan dari pemerintah daerah, tentu FKPT Kalsel akan lebih leluasa melakukan kegiatan-kegiatan terkait pencegahan terorisme,” bebernya.

Khusus di Kalimantan Selatan, pemerintah daerah memberikan bantuan pada 2025. Namun, anggaran FKPT disebut terus mengalami penurunan sejak 2018.

“Kita berharap pada 2027 ini bantuan dan dukungan pemerintah daerah tidak dinolkan,” katanya.

Makki menegaskan, program yang dijalankan FPKT ini memiliki manfaat penting dalam mendukung upaya pencegahan terorisme di tengah masyarakat. Karena itu, ia berharap dukungan juga diberikan kalangan legislatif, khususnya DPRD Kalsel, melalui fungsi anggaran pada pemerintah daerah. “Kita berharap anggota legislatif (DPRD) yang membahas dan menetapkan anggaran pada pemerintah provinsi memberikan dukungan terhadap kegiatan-kegiatan FKPT Kalsel,” ujarnya. (Red)

Lebih baru Lebih lama