KOTABARU, kalimantanprime.com – Musim kemarau mulai mengancam ketersediaan air bersih bagi warga Desa Gunung Ulin, Kabupaten Kotabaru. Debit sejumlah sumber air yang selama ini menjadi tumpuan masyarakat terus menurun, hingga membuat aliran air ke bak penampungan warga RT 04 tersendat.
Kondisi tersebut bahkan membuat warga sempat hampir 10 hari tidak mendapatkan aliran air ke bak penampungan.
Di tengah kondisi itu, Kepala Desa Gunung Ulin, Muhammad Penganten, turun langsung meninjau sejumlah sumber air di kawasan pegunungan desa yang selama ini dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Peninjauan dilakukan untuk mencari solusi agar pasokan air ke permukiman warga tetap tersedia di tengah debit sumber air yang terus berkurang.
Dari hasil peninjauan, pemerintah desa mengarahkan pengelola air RT 04 untuk membuat jalur aliran baru guna menambah debit air yang masuk ke bak penampungan.
Tak hanya memberikan arahan, Pemerintah Desa Gunung Ulin juga memberikan bantuan puluhan batang pipa beserta perlengkapannya untuk mendukung pembuatan jalur baru tersebut.
“Karena debit air berkurang, kita mencari solusi agar aliran ke penampungan warga bisa bertambah. Kita bantu pipa dan perlengkapannya untuk membuat jalur baru,” ujar Muhammad Penganten.
Menurutnya, persoalan air bersih tidak hanya membutuhkan penanganan pemerintah, tetapi juga kesadaran bersama masyarakat untuk menjaga sumber air, terlebih ketika musim kemarau berlangsung.
Ia secara khusus mengimbau masyarakat yang mengambil air dari sumber tersebut untuk dijual agar memperhatikan kondisi debit air.
Pengambilan air, kata dia, diharapkan dilakukan pada siang hari sehingga sumber air memiliki waktu untuk kembali terisi pada malam hari.
“Jangan sampai air di sumber terus diambil hingga tampungan di atas gunung kering. Kita harus sama-sama menjaga sumber air,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua RT 04, Ummy, mengapresiasi langkah Pemerintah Desa Gunung Ulin yang turun langsung menangani persoalan tersebut.
Ia berharap jalur baru yang dibangun dapat meningkatkan tekanan sekaligus memperlancar aliran air menuju bak penampungan warga.
“Kami berterima kasih atas perhatian Pak Kades. Semoga bantuan ini bisa menambah tekanan air sehingga warga RT 04 dapat memperoleh air bersih secara lebih merata,” ujar Ummy.
Persoalan ini menjadi pengingat bahwa ketersediaan air bersih sangat bergantung pada kelestarian sumber air, terutama saat musim kemarau. Warga dan pemerintah desa kini dituntut bersama-sama menjaga sumber air agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi. (San)

