BANJARMASIN, kalimantanprime.com – Lantunan shalawat menggema dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirangkai dengan Haul ke-11 almarhumah Hj Siti Nurhayati binti H Anang Dullah, istri mendiang H Abdussamad Sulaiman HB, di Jalan Kampung Melayu Darat, Banjarmasin, Jumat (4/9/2026).
Ratusan hingga ribuan masyarakat memadati lokasi kegiatan. Kehadiran Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf yang memimpin lantunan shalawat menjadi salah satu daya tarik utama, sehingga jemaah dari berbagai kalangan turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Habib Syech dikenal luas sebagai ulama dan pendakwah yang menjadikan shalawat sebagai bagian penting dalam syiar dakwahnya. Bersama Majelis Ahbaabul Musthofa, ia mengembangkan tradisi majelis dzikir dan shalawat yang kemudian diikuti oleh jemaah di berbagai daerah.
Sejumlah habib dan ulama dari berbagai daerah juga turut menghadiri kegiatan tersebut. Selain itu, tamu undangan dari berbagai unsur turut hadir, termasuk jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalimantan Selatan.
Di antaranya Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Danrem 101/Antasari, Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Bupati Hulu Sungai Utara, Wakil Wali Kota Banjarmasin, serta sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat di Kalimantan Selatan.
Bagi keluarga besar almarhumah Hj Siti Nurhayati, kegiatan tersebut menjadi momen istimewa karena peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW digelar bersamaan dengan Haul ke-11 almarhumah.
Dalam tausiyahnya seusai maulid, Habib Quraisy Baharun menjelaskan alasan disatukannya peringatan Maulid Nabi dengan haul almarhumah Hj Siti Nurhayati.
Menurutnya, terdapat hubungan yang kuat antara kecintaan almarhumah kepada Rasulullah SAW dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, yang semasa hidupnya kerap diwujudkan melalui lantunan shalawat.
“Kenapa maulid dan haul almarhumah Hj Nurhayati disatukan? Banyak alasan. Tapi yang ingin saya sampaikan ada kaitan nama Nabi Muhammad SAW dengan almarhumah,” ujar Habib Quraisy di hadapan para jemaah.
Habib Quraisy mengenang sejumlah kesempatan ketika dirinya duduk bersama almarhumah dan membaca shalawat. Ia mengatakan, almarhumah juga kerap memintanya untuk menceritakan kisah-kisah tentang Rasulullah SAW.
“Saya sering duduk bersama beliau, duduk membaca shalawat. Beliau selalu minta ceritakan tentang cerita Rasulullah. Setiap kali saya ceritakan, mulut beliau selalu basah dengan shalawat, matanya berkaca-kaca, bahkan tidak jarang beliau terisak-isak mendengar cerita itu,” tuturnya.
Menurutnya, kecintaan almarhumah kepada Rasulullah SAW juga tercermin dalam wirid yang kerap dibacanya semasa hidup.
“Beliau selalu berwirid yang artinya, Ya Allah, cintakan aku kepada Rasulullah SAW,” katanya.
Habib Quraisy kemudian menyampaikan tentang besarnya kedudukan kecintaan kepada Rasulullah SAW dan shalawat dalam kehidupan seorang muslim.
Ia mengutip hadis mengenai doa Rasulullah SAW yang disimpan untuk umatnya dan akan digunakan sebagai syafaat pada hari kiamat.
Menurutnya, Rasulullah SAW menyimpan doa mustajabnya untuk memohon keselamatan bagi umatnya di hari kiamat, terutama bagi mereka yang berada dalam kesulitan dan menghadapi azab.
“Karena Rasulullah satu-satunya orang yang memikirkan orang lain,” ujarnya.
Sementara itu, bagi keluarga besar almarhumah, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Haul ke-11 tersebut menjadi momentum untuk mengenang dan mendoakan Hj Siti Nurhayati serta mendiang suaminya, H Abdussamad Sulaiman HB.
Mewakili keluarga, Hasnuryadi Sulaiman menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para habib, ulama, guru agama, tokoh masyarakat, serta seluruh jemaah yang hadir.
“Atas nama keluarga besar almarhumah Mama tercinta Hj Siti Nurhayati dan almarhum Abah tercinta H Abdussamad Sulaiman, keluarga besar Hasnur Group, keluarga besar Yayasan Hasnur Centre dan keluarga besar Barito Putera mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh para habib, alim ulama, guru-guru agama, tokoh masyarakat, serta seluruh masyarakat yang hadir di sini,” kata Hasnur usai acara.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi kesempatan bagi seluruh pihak untuk bersama-sama memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus mendoakan almarhumah.
“Kami tentu memohon doa untuk Abah dan Mama, mudah-mudahan diberikan tempat terbaik dan paling mulia di sisi Allah SWT, bersama Rasulullah SAW, diterima semua amal ibadahnya, dihapuskan semua dosa dan kesalahan beliau,” tuturnya.
Hasnur berharap nilai-nilai kebaikan yang telah ditanamkan kedua orang tuanya semasa hidup dapat terus diwariskan kepada anak, cucu, serta generasi penerus keluarga.
Ia juga berharap kecintaan dan pengabdian kedua orang tuanya kepada Allah SWT, Rasulullah SAW, umat, bangsa, serta masyarakat Kalimantan Selatan dapat terus dilanjutkan oleh generasi berikutnya.
“Kami, anak, cucu dan keturunannya akan terus berupaya meneruskan cinta dan pengabdian beliau kepada Allah SWT, Rasulullah SAW, umat Rasulullah, negara Indonesia dan khususnya kepada masyarakat Banua Kalimantan Selatan,” pungkasnya.(Wamen/Rilis)
