BANJARMASIN, kalimantanprime.com – Pencarian KM Virgo Transport 8 yang hilang kontak di perairan Laut Jawa menghadapi kondisi berat. Gelombang tinggi hingga 2,5 meter membuat proses penyisiran di lokasi kejadian harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Tim SAR Gabungan karena gelombang tinggi cukup berisiko bagi armada berukuran kecil yang dikerahkan dalam operasi pencarian.
Kepala Kantor SAR Banjarmasin sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana, mengatakan informasi mengenai kondisi laut diperoleh dari nakhoda KN SAR Laksmana yang berada di lokasi.
“Informasi dari Nakhoda KN SAR Laksmana, tinggi gelombang di lokasi kejadian antara 2 sampai 2,5 meter. Jadi sangat berisiko untuk kapal-kapal seperti kapal kami yang ukurannya lebih kecil,” ujar Putu di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Minggu (13/9/2026).
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Tim SAR Gabungan kini memprioritaskan penggunaan kapal berukuran lebih besar dalam proses pencarian.
Strategi ini dilakukan untuk menjaga keselamatan personel sekaligus memastikan penyisiran tetap dapat berlangsung di tengah kondisi laut yang tidak bersahabat.
“Kapal-kapal lain yang ukurannya lebih besar akan lebih kami prioritaskan untuk upaya pencarian di lapangan. Kami upayakan semaksimal mungkin,” tegas Putu.
Di tengah proses pencarian, dukungan dari pemerintah pusat juga disiapkan. Menteri Perhubungan bersama Kepala Basarnas dijadwalkan hadir di Banjarmasin untuk memberikan penguatan dan arahan kepada tim yang terlibat dalam operasi.
Sementara itu, suasana berbeda terlihat di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin yang menjadi salah satu pusat informasi terkait perkembangan pencarian.
Puluhan keluarga penumpang KM Virgo Transport 8 masih bertahan di ruang tunggu pelabuhan. Mereka terus menunggu kabar terbaru mengenai keberadaan anggota keluarga yang berada di dalam kapal.
Sebagian keluarga terlihat memantau informasi melalui telepon seluler dan berkomunikasi dengan petugas. Rasa cemas dan harap bercampur selama menunggu kepastian kondisi para penumpang.
Tim SAR Gabungan hingga kini masih mengerahkan armada untuk menyisir perairan Laut Jawa. Di tengah gelombang yang mencapai 2,5 meter, pencarian terus dilakukan guna menemukan kapal beserta penumpang dan awak yang belum diketahui keberadaannya.(Red)
