![]() |
| Harapan keluarga korban KM Virgo Transport 8 kembali mendapat titik terang. Memasuki hari ke-16, Tim DVI Polda Kalimantan Selatan bersama Mabes Polri berhasil mengidentifikasi 16 jenazah korban. |
BANJARMASIN, kalimantanprime.com – Harapan keluarga korban KM Virgo Transport 8 kembali mendapat titik terang. Memasuki hari ke-16, Tim DVI Polda Kalimantan Selatan bersama Mabes Polri berhasil mengidentifikasi 16 jenazah korban.
Dengan hasil terbaru ini, sebanyak 41 dari total 70 jenazah yang telah diterima di RS Bhayangkara Banjarmasin berhasil diketahui identitasnya. Sementara 29 jenazah lainnya masih menjalani proses identifikasi.
Kabid Dokkes Polda Kalsel Kombes dr Moch Sofwan mengatakan, proses identifikasi terus dilakukan terhadap jenazah yang baru diterima, baik yang ditemukan dari lokasi kapal maupun dari wilayah Kalimantan Tengah.
“Belum teridentifikasi 29 orang. Dari total 70 korban yang telah diterima di RS Bhayangkara,” ujar Moch Sofwan dalam konferensi pers di RS Bhayangkara, Senin (28/9) malam.
Proses identifikasi kini menghadapi tantangan lebih berat. Kondisi jenazah yang ditemukan setelah berhari-hari membuat sejumlah metode pemeriksaan tidak lagi bisa diandalkan.
Kabid DVI Pusdokkes Polri Kombes Pol dr Wahyu Hidajati menjelaskan, proses pembusukan menyebabkan perubahan pada struktur wajah, kerusakan sidik jari, hingga hilangnya bagian tubuh tertentu.
“Jadi tim forensik tidak lagi dapat mengandalkan pemeriksaan sidik jari, karena kondisi jenazah,” jelas Wahyu.
Sebagai gantinya, tim DVI menggunakan sejumlah metode lain, mulai dari pemeriksaan ciri medis, gigi, barang atau properti yang melekat pada korban, hingga pencocokan DNA.
Sampel DNA korban juga dikirim secara berkala ke laboratorium di Jakarta. Pemeriksaan tersebut membutuhkan waktu sedikitnya lima hari sehingga keluarga diminta bersabar menunggu hasil identifikasi.
Di tengah kondisi tersebut, tim DVI tetap bekerja setiap hari tanpa libur. Setiap jenazah yang tiba langsung diperiksa dan dicocokkan dengan data antemortem yang telah dikumpulkan dari keluarga.
Langkah ini dilakukan agar proses identifikasi sekaligus penyerahan jenazah kepada keluarga dapat dilakukan secepat mungkin.
Hingga kini, Tim DVI masih terus melakukan pencocokan data postmortem dan antemortem terhadap 29 jenazah yang belum teridentifikasi.
Keluarga korban pun diminta terus memberikan dukungan dan doa agar seluruh jenazah yang masih dalam proses pemeriksaan dapat segera diketahui identitasnya.(Red)
