Breaking News
Loading...

50 Hari Mengabdi, Mahasiswa KKN-PPM UGM Tinggalkan 134 Program untuk Kemajuan Desa di Kotabaru

Pemerintah Kabupaten Kotabaru memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) yang selama hampir dua bulan mengabdi di Desa Gedambaan dan Desa Tirawan, Kecamatan Pulau Laut Sigam.

KOTABARU, kalimantanprime.com
– Pemerintah Kabupaten Kotabaru memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) yang selama hampir dua bulan mengabdi di Desa Gedambaan dan Desa Tirawan, Kecamatan Pulau Laut Sigam.

Apresiasi tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Ekspose Hasil Program KKN-PPM UGM yang digelar di Aula Bamega, Setda Kotabaru, Sebelimbingan, Selasa (4/8/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penyampaian capaian, hasil, sekaligus rekomendasi program yang telah dijalankan mahasiswa selama kurang lebih enam minggu di tengah masyarakat.

Wakil Bupati Kotabaru, Syairi Mukhlis, S.Sos., menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas kontribusi nyata para mahasiswa UGM dalam membantu pembangunan desa melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.

"Sebentar lagi masa KKN-PPM di Kabupaten Kotabaru akan berakhir. Atas nama Pemerintah Kabupaten Kotabaru, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada adik-adik mahasiswa yang telah melaksanakan pengabdian di daerah ini," ujar Syairi.

Menurutnya, selama sekitar 50 hari berada di Kotabaru, mahasiswa tidak hanya menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga hadir memberikan solusi dan edukasi kepada masyarakat di berbagai bidang.

Program yang dijalankan mencakup sektor pendidikan, kesehatan, teknologi tepat guna, penguatan ekonomi melalui pemberdayaan UMKM, hingga pelestarian lingkungan. Pengalaman tersebut dinilai menjadi bekal berharga bagi mahasiswa untuk memahami dinamika kehidupan masyarakat secara langsung.

 "Kegiatan KKN-PPM ini menjadi modal awal bagi adik-adik mahasiswa. Teori yang dipelajari di kampus tentu berbeda ketika diterapkan langsung di lapangan. Di sinilah mereka belajar menghadapi kondisi nyata masyarakat," katanya.

Syairi juga mengapresiasi keterlibatan mahasiswa UGM dalam menyukseskan Festival Budaya Saijaan yang merupakan bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN). Kehadiran mahasiswa dinilai turut memperkuat promosi budaya sekaligus mendukung berbagai agenda strategis pemerintah daerah.

Ia menambahkan, masyarakat di Desa Gedambaan dan Desa Tirawan merasa bangga karena wilayah mereka dipilih sebagai lokasi pengabdian mahasiswa UGM.

"Terima kasih atas dedikasi dan pengabdian selama lima puluh hari. Kehadiran adik-adik tentu meninggalkan kesan yang baik bagi masyarakat dan menjadi bagian dari proses pembangunan desa," tuturnya.

Sementara itu, Koordinator Unit Sagara Utara KKN-PPM UGM, Aryan Duta Ramadhana, memaparkan berbagai capaian selama pelaksanaan program. Selama enam minggu pengabdian, mahasiswa berhasil merealisasikan 134 program kerja, terdiri atas 74 program di Desa Gedambaan dan 60 program di Desa Tirawan.

Program-program tersebut meliputi peningkatan kualitas pendidikan, penyuluhan kesehatan masyarakat, pengembangan teknologi tepat guna, penguatan kapasitas UMKM, pengelolaan lingkungan, pengembangan sektor pertanian, hingga penyelenggaraan Sagara Festival sebagai program unggulan yang melibatkan masyarakat secara luas.

Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Kotabaru berharap berbagai inovasi dan program yang telah dirintis mahasiswa KKN-PPM UGM tidak berhenti setelah masa pengabdian berakhir. Sebaliknya, hasil-hasil tersebut diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pemerintah desa dan organisasi perangkat daerah (SKPD) untuk dikembangkan secara berkelanjutan demi mendorong kemajuan dan kemandirian masyarakat desa.(San) 

Lebih baru Lebih lama