KOTABARU, Kalimantanprime.com — Upaya membangun generasi yang cerdas sekaligus berkarakter dan peduli terhadap lingkungan terus diperkuat di Kabupaten Kotabaru. Sebanyak 130 guru jenjang TK hingga SMA mengikuti pelatihan bertema “Strategi Efektif Deep Learning untuk Menumbuhkan Karakter Cinta Lingkungan di Sekolah Melalui Sekolah Peduli Api”, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan yang digelar Minamas Plantation bersama Indonesia Heritage Foundation (IHF) tersebut menjadi bagian dari keberlanjutan Program Sekolah Peduli Api yang telah berjalan sejak 2022.
Pelatihan tidak sekadar membahas metode pembelajaran, tetapi diarahkan untuk memperkuat kapasitas guru dalam menanamkan pendidikan karakter dan budaya peduli lingkungan kepada peserta didik melalui proses belajar sehari-hari.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kotabaru, Akhmad Romansyah, S.Pd., M.AP, mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, keterlibatan 130 guru menunjukkan tingginya perhatian para pendidik terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di daerah.
“Pendidikan tidak hanya soal mencerdaskan, tetapi juga membentuk jiwa dan karakter anak-anak kita. Tema tentang Deep Learning dan penanaman karakter cinta lingkungan sangat relevan dengan tantangan masa kini,” ujarnya.
Ia berharap pengetahuan yang diperoleh para guru dapat diterapkan di sekolah masing-masing sehingga mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia serta kepedulian terhadap lingkungan.
“Semoga sinergi antara pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan perusahaan ini terus berlanjut demi kemajuan pendidikan di Kabupaten Kotabaru,” tambahnya.
Guru Dituntut Tak Sekadar Mengajar
Regional Controller Minamas Plantation, Adrian Mohd Fazrin Mohd Fairoz, menegaskan pendidikan menjadi salah satu pilar penting dalam tanggung jawab sosial perusahaan.
Menurutnya, pendidikan merupakan fondasi untuk mencetak generasi penerus yang memiliki kecerdasan intelektual, kematangan emosional, karakter kuat, serta kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.
“Minamas Plantation senantiasa meyakini bahwa pendidikan adalah fondasi utama kemajuan bangsa. Melalui pendidikanlah lahir generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional, berkarakter kuat, serta memiliki kepedulian terhadap sesama dan lingkungannya,” ungkapnya.
Ia menekankan, tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini semakin kompleks. Selain persoalan pendidikan, anak-anak juga menghadapi ancaman penyalahgunaan narkoba, judi online hingga berbagai persoalan sosial lainnya.
Karena itu, guru dinilai memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik.
“Anak-anak tidak cukup hanya dibekali dengan ilmu pengetahuan, tetapi juga dengan nilai-nilai moral, akhlak mulia, ketangguhan mental, serta kesadaran menjaga lingkungan. Guru bukan hanya mengajar, tetapi juga mendidik dengan hati,” tegasnya.
Selain penguatan karakter, isu lingkungan menjadi perhatian serius dalam pelatihan tersebut. Minamas Plantation mengajak para guru dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mencegah praktik pembakaran yang berpotensi memicu kebakaran lahan.
Adrian mengungkapkan, berdasarkan pemantauan perusahaan sejak Juni hingga Agustus 2026, terdapat 205 titik api (hotspot) yang terpantau.
“Kami menghimbau kepada seluruh guru dan tamu yang hadir untuk bersama-sama mengingatkan lingkungan sekitar agar menghindari praktik membakar. Sampai sekarang titik api atau hotspot yang telah kami pantau sejak Juni 2026 hingga Agustus 2026 sebanyak 205 titik api,” katanya.
Data tersebut menjadi pengingat bahwa pencegahan kebakaran tidak hanya menjadi tanggung jawab perusahaan maupun pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat, termasuk sekolah dan para pendidik.
Melalui Program Sekolah Peduli Api, nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari budaya sekolah dan perilaku peserta didik sehari-hari.
Pelatihan mengusung jargon “Guru Istimewa, Mendidik dengan Hati, Menginspirasi Sepanjang Hari.” Konsep tersebut diharapkan mendorong guru menggunakan pendekatan pembelajaran yang lebih holistik, dengan menggabungkan kemampuan akademik, pembentukan karakter dan kepedulian terhadap lingkungan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kotabaru Akhmad Romansyah, Ketua PGRI Kecamatan Pamukan Utara M. Nur Efendi, S.Pd., Anggota DPRD Kabupaten Kotabaru Komisi III Dapil III Rahmad, S.Pd., M.H., para pengawas sekolah, Kepala Desa Mulyoharjo Slamet Widodo, tim Indonesia Heritage Foundation serta jajaran manajemen perusahaan.
Minamas Plantation juga menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi melalui investasi sosial bagi masyarakat. Program tersebut mencakup tiga pilar utama, yakni pendidikan, lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
Ketiga pilar tersebut diarahkan untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat upaya pelestarian lingkungan di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia pendidikan, perusahaan dan masyarakat pun dinilai menjadi kunci agar pendidikan karakter dan kepedulian lingkungan dapat tumbuh secara berkelanjutan di Kabupaten Kotabaru. (San)

