Breaking News
Loading...

Wakil Bupati Resmi Tutup Festival Budaya Saijaan XII 2026, Ribuan Warga Padati Siring Laut Kotabaru

Festival Budaya Saijaan (FBS) XII Tahun 2026 resmi ditutup oleh Wakil Bupati Kotabaru, Syairi Mukhlis, S.Sos, yang mewakili Bupati Kotabaru, dalam seremoni penutupan yang berlangsung meriah di kawasan Siring Laut Kotabaru, Minggu (26/7/2026)

KOTABARU, kalimantanprime.com
– Festival Budaya Saijaan (FBS) XII Tahun 2026 resmi ditutup oleh Wakil Bupati Kotabaru, Syairi Mukhlis, S.Sos, yang mewakili Bupati Kotabaru, dalam seremoni penutupan yang berlangsung meriah di kawasan Siring Laut Kotabaru, Minggu (26/7/2026). Ribuan masyarakat memadati lokasi untuk menyaksikan puncak penutupan salah satu agenda budaya terbesar di Kabupaten Kotabaru.

Acara penutupan dihadiri Wakil Ketua DPRD Kotabaru Awaludin, S.Hut., M.M., Ketua Komisi II DPRD Kotabaru Abu Suwandi, S.H., sejumlah anggota DPRD, Staf Ahli Bupati, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Ir. Kamirudin, unsur Forkopimda, kepala SKPD, tokoh masyarakat, pegiat seni budaya, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh panitia penyelenggara, peserta, pegiat seni budaya, sponsor, serta masyarakat yang telah berkontribusi menyukseskan Festival Budaya Saijaan XII.

"Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Kotabaru, kami mengucapkan selamat, terima kasih, dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras sehingga Festival Budaya Saijaan XII dapat berlangsung dengan meriah, tertib, aman, dan penuh makna," ujar Syairi Mukhlis.

Menurutnya, kesuksesan festival merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen masyarakat. Mulai dari panitia, seniman, komunitas budaya, relawan, hingga masyarakat yang antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan selama festival berlangsung.

Wakil Bupati juga memberikan apresiasi khusus kepada para sponsor yang telah mendukung penyelenggaraan FBS XII, di antaranya H. Amir selaku Owner Atena Group dan Bank Kalsel, yang dinilai memiliki komitmen dalam mendukung pengembangan seni, budaya, serta sektor pariwisata di Kabupaten Kotabaru.

"Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menunjukkan keikhlasan dan kepeduliannya dalam mendukung kemajuan Kabupaten Kotabaru. Semoga segala kebaikan yang telah diberikan menjadi amal yang bermanfaat dan membawa keberkahan," tuturnya.

Ia berharap semangat kebersamaan yang terbangun selama Festival Budaya Saijaan terus dipelihara sebagai kekuatan untuk menjaga kelestarian budaya daerah sekaligus menjadi motor penggerak kemajuan sektor pariwisata.

Kepada para pemenang berbagai perlombaan yang digelar selama festival, Syairi Mukhlis mengucapkan selamat sekaligus mengingatkan agar tidak cepat berpuas diri.

"Teruslah berkarya, berkreasi, berinovasi, dan mengukir prestasi demi kemajuan seni, budaya, dan pariwisata di Kabupaten Kotabaru," pesannya.

Menurutnya, Festival Budaya Saijaan harus terus menjadi ruang ekspresi bagi para seniman, budayawan, komunitas budaya, dan organisasi kesenian untuk menampilkan karya-karya terbaik sekaligus memperkuat identitas budaya daerah.

Pemerintah Kabupaten Kotabaru, lanjutnya, berkomitmen menjadikan Festival Budaya Saijaan sebagai agenda tahunan yang terus ditingkatkan kualitas penyelenggaraannya agar semakin inovatif, mampu menarik lebih banyak wisatawan, serta memberikan dampak nyata terhadap pelestarian budaya dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Mengakhiri sambutannya, Wakil Bupati secara resmi menutup Festival Budaya Saijaan XII Tahun 2026.

"Dengan mengucapkan Alhamdulillahi Rabbil 'Alamin, Festival Budaya Saijaan XII Tahun 2026 secara resmi saya nyatakan ditutup."

Penutupan festival disambut tepuk tangan meriah ribuan pengunjung yang memadati kawasan Siring Laut. Selama penyelenggaraannya, Festival Budaya Saijaan XII menghadirkan beragam pertunjukan seni tradisional dan modern, pameran budaya, berbagai perlombaan, hingga hiburan yang sukses menarik perhatian masyarakat.

Keberhasilan penyelenggaraan FBS XII kembali menegaskan posisi Kabupaten Kotabaru sebagai salah satu daerah yang konsisten melestarikan warisan budaya sekaligus mengembangkan sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi daerah. Festival ini tidak hanya menjadi panggung bagi para seniman, tetapi juga menjadi etalase kekayaan budaya Saijaan yang semakin dikenal luas.(San) 

Lebih baru Lebih lama