TANAH LAUT, kalimantanprime.com - Sebanyak 14 warga mengikuti layanan pemasangan alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) atau Intrauterine Device (IUD) gratis yang digelar RSUD Hadji Boejasin Pelaihari dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Tanah Laut, Rabu (10/6/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di RSUD Hadji Boejasin itu juga diisi penyuluhan kesehatan reproduksi oleh dokter spesialis obstetri dan ginekologi, dr. Singgih. Peserta mendapat edukasi mengenai manfaat, keamanan, dan efektivitas IUD sebagai metode kontrasepsi jangka panjang.
Ketua IBI Ranting RSUD Hadji Boejasin, Lisa Puda Juntika, S.Tr.Keb., mengatakan panitia menyediakan kuota bagi 30 peserta. Hingga hari pelaksanaan, sebanyak 14 orang telah mengikuti pemasangan IUD.
"Pendaftaran masih kami buka hingga besok agar kuota dapat terpenuhi. Kami berharap semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan kesempatan ini," ujarnya.
Menurut Lisa, IUD memiliki tingkat efektivitas lebih dari 99 persen dalam mencegah kehamilan. Metode ini juga tidak mengganggu aktivitas sehari-hari maupun hubungan suami istri, kesuburan dapat kembali setelah alat dilepas, serta tidak menggunakan hormon sehingga efek sampingnya relatif lebih sedikit dibandingkan beberapa metode kontrasepsi lainnya.
Meski demikian, minat masyarakat di Kabupaten Tanah Laut untuk menggunakan IUD masih tergolong rendah. Lisa menilai kondisi itu dipengaruhi masih adanya kekhawatiran terhadap proses pemasangan alat tersebut.
"Sebagian masyarakat masih merasa takut karena pemasangannya dilakukan di dalam rahim. Padahal, IUD merupakan salah satu metode kontrasepsi yang efektif, aman, dan memiliki efek samping yang minimal," katanya.
Melalui kegiatan yang bekerja sama dengan IBI Ranting RSUD Hadji Boejasin, rumah sakit berharap edukasi dan kemudahan akses layanan kontrasepsi dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keluarga sekaligus mendorong lebih banyak pasangan usia subur memilih metode KB jangka panjang yang sesuai.(Red)
