![]() |
| Wartawan Kalsel dan Kalteng saat mengikuti Pers Organization Leaders Convention (Polce) PT Adaro Indonesia di Sikunir Dieng dan Telaga Biru, Wonosobo, Jawa Tengah. |
WONOSOBO, kalimantanprime.com - SAYUP-SAYUP seseorang memanggil. Suara ketukan pintu terdengar pelan. "Bangun bang, kita ke Sikunir".
Itu panggilan dari salah satu personel vendor yang dikontrak PT Adaro Indonesia untuk menemani rombongan pimpinan organisasi dan tokoh pers dari Kalsel dan Kalteng.
Jam menunjukkan pukul 03.30 WIB. Waktu shalat subuh belumlah tiba. Setengah mengantuk, mungkin ada yang tak sempat gosok gigi, peserta
tour Pers Organization Leader Convention (Polce). Kegiatan yang diprakarsai PT. Adaro dan pendakian langsung dikomandoi Kadarisman ini diikuti saya Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Selatan Zainal Helmie, dan Ketua Dewan Kehormatan PWI Kalsel Fitrie Ansorullah.
Kemudian juga Ahli Pers Kalsel Fathurrahman, Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Kalsel Dina Qomariah, Ketua Serikat Penerbit Surat Kabar (SPS) Kalsel, Fachrudin Nor Ifansyah dan Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kalsel Anshari Yannoor.
Tour Dieng - Jogja bergegas kumpul.
Di sini, dinginnya aduhai. Harus pakai kupluk atau topi untuk menutup kepala. Berjaket tebal pula, bahkan ada yang double, ha ha ha. Tangan mesti disarungi, kaki wajib dikaosi. Suhu menunjukkan 9 - 10 derajat celcius. Kebayangkan.
Dari Banjarmasin, rombongan tour terbang menuju Semarang, Senin (27/07/2026). Tiba di Bandara Jenderal Ahmad Yani, langsung naik mobil menuju Dataran Tinggi Dieng di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.
Sebuah villa disiapkan. Namanya Embun Pagi. Penginapan ini istimewa, karena berada di ketinggian 2.000 meter dari permukaan laut (mdpl).
"Villanya saja lebih tinggi dari Gunung Halau-Halau (ini puncak tertinggi di Kalsel), he he he," seloroh Kadarisman dari manajemen PT Adaro yang menemani rombongan.
Ojek gunung rupanya sudah stanbye di depan villa. Mereka mengantar sampai ke pelataran base camp pendakian Bukit Sikunir. Dari villa perjalanan hanya butuh 7 menit.
Sambil menunggu rombongan komplit, beberapa teman menyempatkan minum kopi dan teh panas. Ganjal perut dengan roti yang disiapkan, tapi tak sempat 'disikat' menjelang berangkat. Lumayan, biar tak loyo saat trekking.
Saatnya tiba. Subuh yang masih gelap terasa terang karena hati yang gembira. Apa hal? Semua ternyata sudah menggali informasi tentang Sikunir. Sebuah bukit yang puncaknya sangat indah. Dari titik trianggulasi 2.350 mdpl, bentang alam sangat mempesona.
Berdiri di sana, mata dimanjakan dengan megahnya Gunung Sindoro. Di baliknya, Gunung Sumbing membayangi. Kehijauan bukit-bukit yang lebih rendah di sekitarnya menambah harmonisasi alam.
Satu lagi, saat berada di puncak Sikunir mentari muncul dari peraduan. Sinarnya perlahan menerangi bumi Dieng. Cahaya merah dan keemasan berpadu, menambah elok dan memanjakan mata. It is Golden Sunrise.
Tapi, untuk menemukan momentum itu bukanlah perkara mudah. Perlu perjuangan bro. Mendaki ratusan tangga dari batu yang curam adalah keniscayaan. Akibatnya napas ngos-ngosan akibat oksigen yang tipis karena ketinggian. Apalagi bagi perokok, weleh-weleh, manggah wal.
Lalu, otot kaki langsung berkontraksi, syukur-syukur tak kram. Mental dan semangat over digojlog Tak sedikit pendaki yang memilih balik kanan, karena merasa tak sanggup atau sadar dengan keterbatasan diri. Peristiwa pendaki yang 'menyerah' di Sikunir umumnya terjadi di tanjakan pertama dan kedua.
Namun, jangan khawatir. Meski tak ke puncak, Sikunir tetap dapat dinikmati kok, tak kalah dengan mereka yang berada di atapnya. Hanya saja, sensasi, adrenalin, dan ngos-ngosannya itu yang bikin beda.
Aku termasuk yang very happy dengan agenda PT Adaro ini. Ada perusahaan besar yang mau memfasilitasi para pimpinan organisasi dan tokoh pers di dua provinsi dalam bingkai kebersamaan.
Acara yang disusun special. Ada trekking dan naik-naik gunung. Ini yang paling istimewa. Selama berkecimpung di media dan pers, baru kali ini ada yang seperti PT Adaro.
Maka, rasanya tak berlebihan jika ucapan terima kasih disampaikan ke manajemen. Pak Djoko yang handsome, om Kadarisman yang keren, dan bro Firdaus yang rajin berkomunikasi. Eh, buat Daus selamat atas pernikahannya. Samawa ya.
Agenda seperti ini banyak manfaatnya. Selain silaturahmi yang semakin erat, jalinan komunikasi lebih mantap, sekat pembatas formalitas seperti menguap bersama embun Dieng.
Terakhir, jika ada agenda yang field trip ke alam, ojolali. Boleh dong kita-kita diajak lagi. Ha ha ha.( Red)
