BARABAI, kalimantanprime.com - Rumah Sakit Umum H Damanhuri atau RSHD Barabai terus memperbaiki dan meningkatkan layanan dan pelayanan pada masyarakat, khususnya pasien.
Masukan dan pengaduan masyarakat jadi salah satu acuan perbaikan layanan. Terutama dari Forum Konsultasi Publik (FKP).
DIirektur RSHD Barabai, Dokter Nanda Sujud Andi Yudha Utama menyebut setiap pengaduan dijadikan bahan evaluasi agar pelayanan rumah sakit lebih sesuai kebutuhan masyarakat. Terlebih untuk pasien.
FKP pada 2026 ini mengangkat tema, Mendengar Aspirasi Untuk Meningkatkan Pelayanan dan Mewujudkan Bersama Layanan Kesehatan Yang Lebih Berkualitas.
Kata Nanda, FKP salah satu wadah mendengar langsung masukan masyarakat. Catatan dari forum akan menjadi dasar perbaikan berkelanjutan sehingga layanan RSHD Barabai semakin cepat, berkualitas dan berorientasi pada kepuasan masyarakat dan pasien.
"Ini agenda tahunan yang wajib. Harapannya, partisipan yang hadir di RSHD membantu memperbaiki layanan kami. Hasil forum akan kami gunakan untuk evaluasi dan menjadi dasar tindak lanjut pada 2027," kata dokter spesialis bedah itu saat memberikan sambutan pada FKP 2026 di Aula RSHD Barabai, Selasa (30/5/2026).
Pada FKP 2026, pihak RSHD Barabai memaparkan tren pengaduan 2025-2026. Baik itu capaian layanan, inovasi sampai langkah perbaikan yang dijalankan.
Feedback FKP 2026 yang digelar itu pun mendapat kritik sampai saran dari berbagai kalangan masyarakat, organisasi dan instansi juga anggota DPRD Hulu Sungai Tengah (HST).
Misalnya dari Erwin Jecky Silalahi. Dia menegaskan DPRD terus mendukung pengembangan RSHD Barabai selama anggaran yang diajukan berpihak pada masyarakat dan memiliki urgensi yang jelas.
Pelayanan rumah sakit, kata Erwin bersifat dinamis sehingga selalu memerlukan evaluasi dan pengawasan.
"Masih terdapat sejumlah aspek yang perlu dibenahi. Baik dari sisi pelayanan maupun fasilitas pendukung," tegas Erwin.
Capaian RSHD Barabai sampai saat ini pun diamini Ketua Komisi I DPRD HST, Yajid Fahmi. Hanya saja psejumlah aspek mendasar yang berdampak langsung terhadap kepuasan masyarakat, dinilainya perlu dibenahi.
Menariknya, Yajid menyoroti soal penyegaran terhadap ASN yang telah lama menempati posisi tertentu. Terlebih jika tidak lagi memberikan dampak positif terhadap peningkatan kinerja pelayanan.
"Manajemen RSHD perlu melakukan penyegaran. Apalagi yang cenderung bermasalah. Perlu menjadi atensi dari pihak manajemen," tegas Yajid. (mlz)
