KOTABARU. kalimantanprime.com – Buaya sepanjang sekitar 2,5 meter yang sempat membuat resah warga Desa Cantung Kanan, Kecamatan Hampang, Kabupaten Kotabaru, akhirnya berhasil dievakuasi oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Banjarbaru pada Kamis (30/7/2026) setelah sebelumnya diamankan oleh warga bersama personel Polsek Hampang.
Reptil predator tersebut pertama kali terlihat berkeliaran di Sungai Malangkaian, RT 01 RW 02, pada Selasa (28/7/2026) sekitar pukul 13.30 Wita. Kemunculannya memicu kekhawatiran masyarakat karena sungai tersebut menjadi lokasi aktivitas sehari-hari warga, seperti mandi, mencuci pakaian, hingga mengambil air.
Menerima laporan dari masyarakat, personel Polsek Hampang segera berkoordinasi dengan warga untuk melakukan upaya penangkapan guna menghindari potensi serangan terhadap masyarakat.
Proses penangkapan berlangsung selama beberapa jam. Dengan menggunakan peralatan seadanya, termasuk bantuan mesin genset untuk melumpuhkan buaya, hewan liar tersebut akhirnya berhasil ditangkap sekitar pukul 21.30 Wita. Selanjutnya, buaya diamankan di Mako Polsek Hampang sambil menunggu proses evakuasi oleh pihak yang berwenang.
Setelah buaya berada dalam pengamanan kepolisian, Polsek Hampang langsung berkoordinasi dengan BKSDA Banjarbaru. Pada Kamis (30/7/2026) sekitar pukul 14.00 Wita, tim BKSDA tiba di Mako Polsek Hampang dan mengevakuasi buaya tersebut untuk dibawa ke penangkaran di Banjarbaru.
Evakuasi dilakukan sebagai langkah menjaga keselamatan masyarakat sekaligus memastikan satwa liar tersebut tetap terlindungi sesuai ketentuan konservasi.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya yang beraktivitas di sepanjang aliran sungai, agar tetap meningkatkan kewaspadaan. Warga juga diminta segera melaporkan kepada aparat apabila kembali melihat kemunculan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya agar dapat segera ditangani oleh petugas.
Keberhasilan penangkapan dan evakuasi buaya ini mendapat apresiasi dari masyarakat karena dinilai mampu mengembalikan rasa aman bagi warga yang selama ini bergantung pada Sungai Malangkaian untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.(San)
.jpg)