Breaking News
Loading...

Bocah 8 Tahun di Kotabaru Diduga Diterkam Buaya Saat Mencari Ikan, Tim SAR Bergerak ke Lokasi

Seorang bocah berusia delapan tahun dilaporkan hilang setelah diduga diterkam buaya saat mencari ikan di bantaran Sungai Cantung, Desa Sungai Kupang, Kecamatan Kelumpang Hulu, Kabupaten Kotabaru, Selasa (14/7/2026) sore

KOTABARU
, kalimantanprime.com – Seorang bocah berusia delapan tahun dilaporkan hilang setelah diduga diterkam buaya saat mencari ikan di bantaran Sungai Cantung, Desa Sungai Kupang, Kecamatan Kelumpang Hulu, Kabupaten Kotabaru, Selasa (14/7/2026) sore.

Korban diketahui bernama Dani, putra almarhum Arbani, warga RT 08 Desa Sungai Kupang. Bocah yang masih duduk di bangku kelas II SD Negeri Sungai Kupang itu hingga Selasa malam masih dalam pencarian oleh warga bersama tim gabungan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa terjadi sekitar pukul 16.15 Wita. Saat itu Dani bersama beberapa temannya sedang mencari ikan di bantaran Sungai Cantung. Diduga, seekor buaya tiba-tiba muncul dan menyerang korban sebelum menyeretnya ke dalam sungai.

Salah seorang saksi, Hendra (11), yang juga merupakan teman korban, menyaksikan kejadian tersebut dan segera memberitahukan warga setempat. Informasi itu dengan cepat menyebar hingga masyarakat berdatangan ke lokasi untuk melakukan pencarian.

Korban merupakan warga RT 08 Desa Sungai Kupang dan tinggal bersama ibunya, Arbayah (50), setelah ayahnya, Arbani, meninggal dunia.

Hingga berita ini diturunkan, upaya pencarian masih terus dilakukan oleh warga di sekitar lokasi kejadian. Sementara itu, Tim SAR gabungan dari Basarnas dan BPBD Kabupaten Kotabaru telah bergerak menuju lokasi.

Menurut informasi yang diterima Kalimantanprime.com dari Saijul Kurnain, personel Basarnas dan BPBD telah menyeberang menggunakan kapal feri dan sedang dalam perjalanan menuju Desa Sungai Kupang untuk memperkuat operasi pencarian.

Belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang mengenai kronologi lengkap maupun perkembangan hasil pencarian. Tim gabungan diperkirakan akan melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Cantung setelah tiba di lokasi.

Peristiwa ini menjadi perhatian masyarakat setempat mengingat Sungai Cantung dikenal sebagai salah satu habitat buaya liar. Warga diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di sekitar sungai.

Kalimantanprime.com akan terus memperbarui informasi terkait perkembangan proses pencarian korban.(San) 

Lebih baru Lebih lama