
Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Hasnuryadi Sulaiman menghadiri Pengukuhan Santri Kelas III Tsanawiyah dan penyambutan santri baru Pondok Pesantren Darul Karim di Banjarbaru, Minggu (28/6/2026).
BANJARBARU, kalimantanprime.com – Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman, menghadiri acara Pengukuhan Santri Kelas III Tsanawiyah sekaligus penyambutan santri baru di Pondok Pesantren Darul Karim, Banjarbaru, Minggu (28/6/2026).
Kegiatan diawali dengan pembacaan Maulid Habsyi yang dibawakan para santri. Lantunan syair pujian kepada Nabi Muhammad SAW menciptakan suasana khidmat sebelum prosesi pengukuhan santri dan penyambutan santri baru dimulai.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pimpinan Pondok Pesantren Darul Karim KH Muhammad Qomaruddin atau Guru Busu, Pimpinan Pondok Pesantren Al Mursyidul Amin KH Rasyid Ridho, KH Abdullah Basya, Habib Rifky Alaydrus, serta para ulama, habaib, dan tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Hasnuryadi mengapresiasi konsistensi Pondok Pesantren Darul Karim dalam membina generasi muda melalui pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Menurutnya, pesantren memiliki peran strategis dalam mencetak generasi yang tidak hanya berilmu, tetapi juga berakhlak mulia dan mampu menjaga persatuan di tengah kehidupan bermasyarakat.
Ia berharap para santri yang telah dikukuhkan maupun santri baru dapat tumbuh menjadi pribadi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan daerah, serta mampu berkontribusi dalam pembangunan Kalimantan Selatan maupun Indonesia.
"Alhamdulillah saya bisa berhadir dan mengharap berkah dari acara ini. Kita lihat para santri ini, kita harapkan bisa menjadi generasi penerus yang dapat memperkuat persatuan dan kesatuan," ujar Hasnuryadi.
Pada kesempatan tersebut, Hasnuryadi juga mengenang almarhumah ibundanya yang merupakan seorang guru agama. Ia mengaku, sosok sang ibu menjadi inspirasi yang menumbuhkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan.
Semangat itu, lanjutnya, diwujudkan melalui berbagai program pendidikan yang dikembangkan Hasnur Centre sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
"Dulu almarhum mama saya juga seorang guru agama dan berharap bisa banyak memberikan pembelajaran serta pendidikan. Maka dari itulah kami membangun Hasnur Centre, yang di dalamnya terdapat berbagai bidang pendidikan," tuturnya.
Menutup sambutannya, Hasnuryadi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung perkembangan pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan yang berperan penting dalam melahirkan generasi religius, berintegritas, serta mampu menjadi perekat persatuan di tengah keberagaman masyarakat.
"Pesantren bukan hanya mencetak generasi yang memahami ilmu agama, tetapi juga melahirkan pemimpin masa depan yang memiliki akhlak, integritas, dan semangat menjaga persatuan bangsa," pungkasnya.(Wamen/Ril)