BANJARMASIN, kalimantanprime.com – Perkelahian yang berujung maut terjadi di Jalan Setoyo S, Gang Kita, RT 21, Kelurahan Teluk Dalam, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Selasa (30/6) malam.
Insiden tersebut mengakibatkan Busiri meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara Ariyadi Rahman alias Ebo mengalami luka dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Peristiwa itu sontak mengundang perhatian warga sekitar.
Salah seorang warga, Febri Ramadhan, mengaku baru mengetahui kejadian setelah menerima informasi dari rekannya yang menyebut Ariyadi Rahman menjadi korban penyerangan menggunakan senjata tajam.
Tanpa menunggu lama, Febri langsung menuju lokasi. Setibanya di sana, ia mendapati Busiri sudah tergeletak tanpa tanda-tanda kehidupan.
"Saat saya sampai, korban Busiri sudah tergeletak dan kondisinya meninggal dunia," ujarnya.
Menurut Febri, Ariyadi Rahman telah lebih dahulu dievakuasi ke rumah sakit. Ia hanya sempat melihat korban mengalami luka pada bagian tangan.
"Yang saya lihat lukanya di tangan, kalau luka lainnya saya kurang tahu," katanya.
Febri menegaskan dirinya tidak menyaksikan langsung perkelahian tersebut sehingga tidak mengetahui bagaimana awal kejadian maupun penyebab yang memicu insiden berdarah itu.
"Saya datang setelah semuanya terjadi, jadi tidak tahu pasti kronologinya maupun apa permasalahannya," tuturnya.
Ia juga mengaku sempat berniat membantu proses evakuasi korban.
Namun, niat itu batal dilakukan setelah melihat terduga pelaku masih berada di sekitar lokasi sambil membawa senjata tajam.
"Saya sempat ingin membantu mengangkat korban, tetapi terduga pelaku malah mengejar saya sambil membawa pisau," ungkapnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, dua orang yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut masing-masing bernama Agus dan Iwan, yang diketahui merupakan warga setempat.
Hingga berita ini ditulis, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta motif di balik peristiwa yang menewaskan satu orang tersebut. (kyu)
