Breaking News
Loading...

Tanpa judul

Petugas pemadam kebakaran dan warga melakukan pendataan di lokasi kebakaran yang menghanguskan sejumlah rumah di Jalan Rantauan Timur RT 15, Kelurahan Kelayan Barat, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Jumat (12/6/2026) malam. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun beberapa keluarga kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat amukan si jago merah.

BANJARMASIN, kalimantanprime.com 
– Kebakaran melanda kawasan padat penduduk di Jalan Rantauan Timur RT 15, Kelurahan Kelayan Barat, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Jumat (12/6/2026) malam. Sedikitnya lima rumah terdampak dalam peristiwa tersebut, dengan empat rumah mengalami kerusakan berat dan satu rumah lainnya rusak ringan.

Api yang muncul dari salah satu rumah warga dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan di sekitarnya. Kondisi permukiman yang didominasi bangunan berbahan kayu membuat kobaran api sulit dikendalikan dan menyebar dalam waktu singkat.

Ketua RT 15 Kelayan Barat, Ramli, mengatakan dirinya langsung menuju lokasi setelah mendengar teriakan warga yang meminta pertolongan.

"Saya sedang di rumah, lalu dengar orang berteriak ada kebakaran. Saat saya sampai, api sudah besar dan mulai menjalar ke rumah lainnya," ujarnya.

Menurut Ramli, warga sempat berupaya memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Namun, kobaran api yang terus membesar membuat upaya tersebut tidak berhasil.

"Tadi sempat dicoba dipadamkan, tapi api terlalu cepat membesar," katanya.

Ia menyebut sumber api diduga berasal dari salah satu rumah warga yang saat kejadian masih berpenghuni. Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui dan menunggu hasil penyelidikan pihak berwenang.

"Rumah di sini kebanyakan berbahan kayu, jadi api cepat sekali menyebar," jelasnya.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Selain itu, warga juga memastikan tidak terjadi ledakan selama kebakaran berlangsung.

"Kalau ledakan tidak ada. Hanya suara kaca pecah karena panas," tambah Ramli.

Salah seorang korban, Lini Maulina, mengaku tidak menyadari adanya kebakaran hingga api sudah membesar di bagian atas bangunan. Saat kejadian, ia bersama suaminya masih berada di dalam rumah.

"Saya baru sadar saat apinya sudah besar dari atas," tuturnya.

Melihat kobaran api yang terus membesar, suaminya sempat berusaha melakukan pemadaman. Namun, api bergerak terlalu cepat sehingga mereka tidak sempat menyelamatkan rumah maupun barang-barang berharga.

Lini mengaku tidak mengetahui pasti penyebab kebakaran. Ia hanya melihat api berasal dari rumah tetangga yang berada di tengah deretan permukiman tersebut.

"Apinya dari rumah sebelah. Saya juga tidak tahu penyebabnya apa," katanya.

Akibat musibah itu, hampir seluruh harta benda miliknya hangus terbakar. Tidak ada satu pun barang yang berhasil diselamatkan.

"Habis semuanya terbakar. Baju ini saja dipinjamkan oleh tetangga," ujarnya dengan suara bergetar.

Kini, Lini harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan tempat tinggal yang selama ini menjadi tempat bernaung bersama keluarganya.

"Saya bingung mau ke mana. Rumah sudah habis terbakar," ucapnya.

Untuk sementara, Lini menunggu kedatangan kedua orang tuanya yang sedang dalam perjalanan dari Rantau setelah menerima kabar musibah tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, petugas masih melakukan pendataan terhadap rumah yang terdampak serta menyelidiki penyebab pasti kebakaran. (kyu)

Lebih baru Lebih lama