
Otong Sudrajat, S.Pd.SD,
KOTABARU, kalimantanprime.com – Kesuksesan pelaksanaan Festival Olahraga dan Seni (FOS) III Kecamatan Kelumpang Hilir Tahun 2026 tidak lepas dari peran besar seorang tokoh pendidikan yang selama ini dikenal aktif mendorong pengembangan potensi peserta didik. Sosok tersebut adalah Otong Sudrajat, S.Pd.SD, yang menjadi salah satu penggagas lahirnya ajang tahunan tersebut.
Kepada Kalimantanprime.com, Selasa (9/6/2026), Otong Sudrajat mengungkapkan bahwa ide penyelenggaraan FOS berawal dari keinginan para kepala sekolah untuk menghadirkan kegiatan positif bagi siswa menjelang masa libur sekolah.
"Awalnya kami berpikir bagaimana mengisi waktu menjelang libur sekolah dengan kegiatan yang bermanfaat bagi anak-anak. Setelah berdiskusi bersama rekan-rekan kepala sekolah, akhirnya dipilihlah Festival Olahraga dan Seni sebagai wadah untuk menyalurkan bakat, minat, serta semangat kompetisi siswa," ujarnya.
Gagasan tersebut mendapat sambutan hangat dari berbagai pihak. Salah satu dukungan penting datang dari pengelola Taman Wisata Goa Lowo, Tri Widodo, yang langsung menyatakan kesediaannya menyediakan kawasan wisata tersebut sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan.
Dukungan berbagai pihak itulah yang kemudian menjadi fondasi kuat hingga Festival Olahraga dan Seni terus berkembang dan kini memasuki penyelenggaraan tahun ketiga.
Di kalangan kepala sekolah, Otong Sudrajat dikenal sebagai figur inspiratif yang memiliki dedikasi tinggi terhadap kemajuan pendidikan. Kepala SDN Sehapi, Fitriansyah, menilai banyak kepala sekolah memperoleh motivasi dan inspirasi dari berbagai gagasan yang selama ini dicetuskan oleh Otong.
"Beliau merupakan sosok yang selalu memberikan motivasi dan teladan bagi kami. Banyak gagasan positif yang lahir dari beliau untuk kemajuan pendidikan di Kelumpang Hilir," ungkapnya.
FOS III Tahun 2026 juga menjadi momen yang penuh makna bagi Otong Sudrajat. Pasalnya, kegiatan tersebut merupakan Festival Olahraga dan Seni terakhir yang diikutinya sebelum memasuki masa purna tugas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).
"Festival Olahraga dan Seni yang ketiga ini menjadi kegiatan terakhir bagi saya. Insyaallah pada Agustus 2026 saya akan memasuki masa purna tugas," katanya.
Menjelang akhir masa pengabdiannya, Otong berharap kegiatan yang telah dirintis bersama para kepala sekolah itu dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan pada tahun-tahun mendatang.
Menurutnya, FOS bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga sarana pembinaan karakter, sportivitas, kreativitas, serta pencarian bibit-bibit unggul di bidang olahraga dan seni.
"Saya berharap kegiatan positif seperti ini terus dilaksanakan. Selain menjadi wadah pengembangan bakat siswa, FOS juga dapat menjadi sarana menjaring potensi-potensi terbaik yang nantinya bisa berprestasi di tingkat yang lebih tinggi," tuturnya.
Lebih jauh, ia berharap ke depan dapat terbentuk Festival Olahraga dan Seni tingkat Kabupaten Kotabaru yang mempertemukan para juara dari setiap kecamatan sebagai bentuk pembinaan berkelanjutan bagi generasi muda.
"Harapan saya, nantinya ada FOS tingkat kabupaten yang diikuti para juara dari tingkat kecamatan, sehingga pembinaan bakat anak-anak dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan," pungkasnya.
Dedikasi, komitmen, dan gagasan yang telah ditorehkan Otong Sudrajat menjadikannya salah satu tokoh penting di balik lahir dan berkembangnya Festival Olahraga dan Seni Kecamatan Kelumpang Hilir. Ajang tersebut kini telah menjadi kebanggaan bagi siswa sekolah dasar serta dunia pendidikan di wilayah Kelumpang Hilir dan sekitarnya.(San)