Breaking News
Loading...

Serahkan Diri ke Polisi, Delapan Remaja Diduga Terlibat Pengeroyokan Warga Sungai Jingah

Petugas Polsek Banjarmasin Utara melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah remaja yang diduga terlibat dalam kasus pengeroyokan terhadap seorang lansia di kawasan Sungai Jingah. Delapan remaja telah menyerahkan diri dan saat ini menjalani proses pemeriksaan, sementara polisi masih memburu pelaku lain yang diduga turut terlibat dalam insiden tersebut. Foto: Istimewa

BANJARMASIN, kalimantanprime.com 
– Delapan remaja yang diduga terlibat dalam kasus pengeroyokan terhadap seorang warga lanjut usia di kawasan Sungai Jingah akhirnya mendatangi Mapolsek Banjarmasin Utara dan menyerahkan diri kepada pihak kepolisian.

Mereka diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan yang menyebabkan Muhammad Saleh Fauzi (59), warga Jalan Jahri Saleh, Komplek Cacat Veteran, mengalami luka di bagian kepala.

Kapolsek Banjarmasin Utara AKP Sunardi membenarkan bahwa delapan remaja tersebut telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

"Seluruhnya sudah kami amankan dan berstatus Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH)," ujarnya, Sabtu (30/5).

Menurut Sunardi, sebelumnya polisi telah melakukan serangkaian pencarian terhadap para terduga pelaku sejak kasus tersebut dilaporkan. Upaya itu akhirnya membuahkan hasil setelah para remaja tersebut memilih datang sendiri ke kantor polisi.

"Beberapa hari kami melakukan pencarian dan pengembangan. Akhirnya mereka datang dan menyerahkan diri," katanya.

Saat ini penyidik masih mendalami kasus tersebut, termasuk mengurai peran masing-masing remaja dalam insiden yang terjadi beberapa hari lalu.

Dari hasil penyelidikan awal, polisi menduga jumlah remaja yang terlibat dalam kejadian itu lebih banyak, yakni berkisar antara 15 hingga 25 orang. Sejumlah identitas juga telah dikantongi petugas sebagai bagian dari proses pengembangan perkara.

Peristiwa pengeroyokan itu terjadi pada Rabu (27/5) dini hari sekitar pukul 02.00 Wita. Korban yang saat itu melihat adanya perkelahian antarremaja berusaha menghentikan keributan dan memberikan teguran.

Namun bukannya mereda, situasi justru berbalik. Korban diduga menjadi sasaran pemukulan oleh sekelompok remaja yang berada di lokasi.

"Korban berniat melerai dan menegur mereka yang sedang berkelahi. Tetapi justru menjadi korban pengeroyokan," terang Sunardi.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka robek di kepala dan harus mendapatkan perawatan medis.

Polsek Banjarmasin Utara memastikan proses hukum akan terus berjalan sambil mengumpulkan alat bukti dan keterangan saksi untuk mengungkap fakta secara menyeluruh.

Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk segera melaporkan apabila menemukan tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban lingkungan. Laporan dapat disampaikan melalui kantor polisi terdekat maupun layanan darurat Polri 110. (kyu)

Lebih baru Lebih lama