Breaking News
Loading...

Kompas “Borneo” Unlam Audiensi dengan DLH Kalsel, Sepakat Tangani Masalah Sampah

Jajaran Dewan Pengurus Kelompok Mahasiswa Pecinta Alam dan Seni (Kompas) “BORNEO” Universitas Lambung Mangkurat melakukan audiensi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Selatan, Selasa (26/5/2026).

BANJARBARU, kalimantanprime.com 
– Jajaran Dewan Pengurus Kelompok Mahasiswa Pecinta Alam dan Seni (Kompas) “BORNEO” Universitas Lambung Mangkurat melakukan audiensi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Selatan, Selasa (26/5/2026).

Rombongan yang dipimpin Ketua Umum Kompas “BORNEO” Unlam, Meliyani Putri, disambut langsung Kepala DLH Provinsi Kalimantan Selatan, Rahmat Prapto Udoyo.

Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menghasilkan kesepakatan untuk menjalin kerja sama dalam penanganan masalah sampah di Kalimantan Selatan.

Dalam kesempatan itu, DLH Kalsel secara resmi menjadikan Kompas “BORNEO” Unlam sebagai Bank Sampah Unit Cabang Kota Banjarmasin.

“Hari ini langsung kami daftarkan sebagai Bank Sampah Unit Cabang Kota Banjarmasin melalui aplikasi Bekantan Eco Bank,” ujar Rahmat Prapto Udoyo.

Rahmat mengatakan, persoalan sampah saat ini menjadi salah satu fokus penanganan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan di bawah kepemimpinan Gubernur Kalsel, H Muhidin.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat, termasuk mahasiswa, sangat penting dalam mendukung solusi terhadap persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah di Banua.

Ia juga mendorong mahasiswa untuk ikut aktif mensosialisasikan penggunaan aplikasi Bekantan Eco Bank kepada masyarakat luas sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran pengelolaan sampah berbasis digital.

Sementara itu, Ketua Umum Kompas “BORNEO” Unlam, Meliyani Putri, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan DLH Kalsel kepada jajaran organisasinya.

Ia menilai kolaborasi antara organisasi kemahasiswaan dan pemerintah daerah menjadi langkah penting dalam mendukung penanganan persoalan lingkungan hidup di Kalimantan Selatan.

Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam isu lingkungan juga sejalan dengan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat.

“Audiensi ini sebagai wujud sosial kontrol terhadap program pemerintah yang berjalan, khususnya di sektor lingkungan hidup,” pungkasnya.( Rilis) 

Lebih baru Lebih lama