Ketua PWI Kotabaru, Ahmad Nur Aksin, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan mengenalkan dunia jurnalistik kepada pelajar sekaligus meningkatkan pemahaman mereka terhadap literasi media di era digital.
“Perkembangan digital saat ini sangat pesat. Karena itu harus diimbangi dengan pemahaman etika bermedia sosial agar tidak terjebak dalam penyebaran hoaks,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Sekretaris PWI Kotabaru, Jumain, memberikan materi tentang penulisan feature. Ia menjelaskan bahwa feature merupakan tulisan khas yang memadukan fakta dan opini dengan gaya bertutur seperti cerita.
“Feature tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga bertujuan menghibur dan membangkitkan emosi pembaca,” jelasnya.
Selain materi jurnalistik, kegiatan ini juga dirangkai dengan penyuluhan bahaya narkoba oleh jajaran Polsek Sungai Durian. Bripka Julkifli menekankan pentingnya kesadaran pelajar terhadap ancaman narkoba di lingkungan sekitar.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMKN 1 Sungai Durian, Heni Helviana Melswid, mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia berharap program ini dapat menjadi langkah awal lahirnya generasi muda yang kritis, cerdas, dan beretika dalam menyikapi informasi.
“Ini kesempatan yang sangat baik bagi siswa untuk belajar langsung dari praktisi. Kami berharap mereka dapat menyerap ilmu dan mengembangkan potensi di bidang jurnalistik,” tuturnya.
Perwakilan PTK, Dindin Suryadin, menambahkan bahwa program ini merupakan agenda rutin perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di daerah.
“Tahun lalu kami laksanakan di SMP Negeri 3 Sungai Durian, dan tahun ini di SMKN 1 Sungai Durian. Ke depan, program ini akan terus berlanjut sesuai kebutuhan,” ungkapnya.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi, praktik penulisan berita, hingga kuis berhadiah yang mendorong partisipasi aktif siswa. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan seputar dunia jurnalistik dan profesi wartawan.
Melalui program ini, PWI Kotabaru berharap para siswa tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu menjadi penyampai informasi yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab di tengah derasnya arus digitalisasi.(San)
