Kegiatan yang berlangsung di Aula Manuntung Bapperida Lantai III ini diikuti oleh perwakilan SKPD, para camat, hingga kepala puskesmas se-Kabupaten Kotabaru. Bimtek ini bertujuan meningkatkan kapasitas perangkat daerah dalam menciptakan serta mengelola inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Acara dibuka oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Zainal Arifin, yang mewakili Sekretaris Daerah. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa inovasi bukan lagi pilihan, melainkan kewajiban bagi setiap perangkat daerah.
“Inovasi menjadi bagian penting dalam menjawab berbagai tantangan pelayanan publik. Setiap SKPD dan kecamatan diharapkan mampu menghadirkan minimal satu inovasi,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya keberlanjutan inovasi agar tidak berhenti pada tahap perencanaan atau pelatihan semata, melainkan mampu memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber dari Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri Kementerian Dalam Negeri, Jerry Walo, serta dari Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Indra Abdillah. Keduanya memberikan pemaparan terkait strategi penguatan inovasi daerah agar lebih kompetitif di tingkat regional maupun nasional.
Sementara itu, jalannya kegiatan dipandu oleh Sekretaris Bapperida Kotabaru, Muhammad Zuhriansyah, yang bertindak sebagai moderator.
Dalam kesempatan tersebut, Bapperida Kotabaru secara resmi meluncurkan aplikasi INOTEKDA sebagai platform pengelolaan dan pendataan inovasi daerah. Kehadiran aplikasi ini diharapkan mampu menjawab berbagai kendala yang selama ini dihadapi, terutama terkait standarisasi dan dokumentasi inovasi.
Berdasarkan data tahun 2025, Kabupaten Kotabaru mencatatkan sembilan inovasi yang masuk dalam penilaian. Meski jumlahnya masih terbatas, kualitas inovasi dinilai cukup baik. Namun demikian, peningkatan kuantitas inovasi tetap menjadi target utama ke depan.
“Kita memiliki banyak potensi inovasi, hanya saja belum terdokumentasi dengan baik. Melalui INOTEKDA, diharapkan seluruh inovasi dapat terdata dan dikembangkan secara optimal,” ungkap salah satu narasumber.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Kotabaru menargetkan peningkatan jumlah inovasi pada tahun 2026 dengan mendorong partisipasi aktif seluruh perangkat daerah. Langkah ini sekaligus menjadi upaya memperkuat daya saing daerah di tingkat provinsi hingga nasional.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi interaktif dan pemaparan materi yang diharapkan dapat menjadi referensi bagi peserta dalam mengembangkan inovasi di lingkungan kerja masing-masing.(San)
