Breaking News
Loading...

BSN Banjarmasin Genjot KPR Subsidi, Target 3.400 Unit 2026 di Tengah Tekanan Daya Beli


DEVELOPER GATHERING – Bank Syariah Nasional (BSN) KC Banjarmasin bersama para developer mitra berfoto usai kegiatan Developer Gathering 2026 bertema “Memperkuat Industri Properti, Menambah Peluang Baru” di Hotel Best Western Banjarmasin, Rabu (15/4/2026).

BANJARMASIN, kalimantanprime.com 
– Bank Syariah Nasional (BSN) Kantor Cabang Banjarmasin memperkuat peran developer sebagai mitra strategis dalam ekosistem pembiayaan perumahan syariah melalui kegiatan Developer Gathering 2026 bertema “Memperkuat Industri Properti, Menambah Peluang Baru”, yang digelar di Hotel Best Western Banjarmasin, Rabu (15/3/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah strategis BSN dalam mendorong pertumbuhan sektor properti sekaligus mendukung program nasional pembangunan tiga juta rumah.

Branch Manager BSN KC Banjarmasin,
 Sulthon Agung
Branch Manager BSN KC Banjarmasin, Sulthon Agung, mengatakan kegiatan tersebut rutin digelar sebagai bentuk apresiasi kepada para mitra developer.

“Developer Gathering ini merupakan bentuk apresiasi kami kepada mitra yang telah mendukung program pemerintah, khususnya dalam realisasi KPR subsidi,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, BSN juga memberikan penghargaan kepada sejumlah developer dan mitra dalam berbagai kategori, di antaranya Honorable Mention (REI, APERSI, APERNAS, HIMPERA, PI), Subsidized Mortgage Ambassador 2025, Duta Persahabatan BSN 2025, The Rising Star Partner 2025, hingga The Excellence Financial Partner 2025.

Dari lebih dari 100 undangan, sekitar 25 developer menerima penghargaan.

Sultan mengungkapkan, BSN menempati posisi kedua setelah BTN dalam penyaluran KPR subsidi di Kalimantan Selatan pada 2025, dengan capaian sekitar 22 persen atau lebih dari 2.900 unit rumah.

“BSN saat ini menjadi bank terbesar kedua dalam realisasi KPR subsidi di Kalsel, dan masuk lima besar secara nasional,” jelasnya.

Untuk tahun 2026, BSN menargetkan realisasi KPR subsidi sebanyak 3.400 unit rumah di Kalimantan Selatan.

Meski demikian, ia mengakui terdapat sejumlah tantangan, di antaranya penurunan daya beli masyarakat serta kendala pembangunan rumah oleh developer akibat cuaca dan kenaikan harga material.

“Kendala utama ada pada progres pembangunan rumah yang belum selesai, ditambah kenaikan harga material yang memengaruhi biaya developer,” katanya.

Meski menghadapi berbagai tantangan, BSN tetap optimistis target tersebut dapat tercapai hingga akhir tahun.

Sultan menambahkan, dari sisi persyaratan KPR tidak terdapat kendala berarti, karena pihak bank membuka ruang konsultasi bagi calon nasabah.

“BSN memfasilitasi pembiayaan, sementara pilihan rumah tetap berada di tangan nasabah,” ujarnya.

Ketua APERSI Kalimantan Selatan
 Hj Wahidah Mukhtar

Sementara itu, Ketua APERSI Kalimantan Selatan, Hj Wahidah Mukhtar, menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan kepada organisasinya.

Ia menegaskan komitmen APERSI untuk terus mendukung program KPR subsidi dan target pembangunan perumahan.

“Kami optimistis dapat berkontribusi hingga 50 persen dari target 3.400 unit rumah yang ditetapkan BSN tahun ini,” ucapnya.

Namun, ia juga menyoroti kenaikan harga bahan pokok yang berdampak pada material bangunan, sehingga berpotensi memengaruhi target pembangunan.

“Kami tidak bisa menaikkan harga rumah atau menurunkan kualitas. Salah satu solusi adalah memberikan insentif atau bonus kepada konsumen untuk menarik minat,” jelasnya.

Ia berharap adanya dukungan pemerintah dalam mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi developer, terutama terkait biaya material yang terus meningkat.(Zea) 

Lebih baru Lebih lama