KOTABARU, kalimantanprime.com– Tingginya curah hujan yang melanda wilayah Kecamatan Kelumpang Selatan dalam beberapa pekan terakhir menyebabkan sejumlah ruas jalan mengalami kerusakan. Kondisi tersebut dikhawatirkan akan semakin parah dan berdampak langsung terhadap roda perekonomian masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai pekebun dan petani kelapa sawit.
Menyikapi kondisi itu, masyarakat bersama para sopir angkutan kelapa sawit, pengepul, kepala desa, hingga perusahaan perkebunan yang beroperasi di wilayah tersebut berinisiatif melakukan perbaikan jalan secara mandiri melalui sistem swadaya dan patungan pembelian material, Jumat (13/2/2026).
Ruas jalan yang menjadi fokus perawatan meliputi jalur dari Desa Tanjung Pangga, Bumi Asih, Pantai Baru, Sungai Nipah, Sangking Baru, Sungai Kupang Jaya hingga menuju ke PKS Sungai Kupang. Jalur ini merupakan akses vital distribusi hasil perkebunan kelapa sawit masyarakat ke pabrik.
Kegiatan gotong royong tersebut dikoordinatori oleh Kepala Desa Sungai Nipah, Dwi Putranto, bersama para kepala desa lainnya. Material berupa batu dibeli secara swadaya untuk menutup titik-titik jalan berlubang dan berlumpur agar dapat kembali dilintasi kendaraan angkutan.
Camat Kelumpang Selatan, Akhmad Mawardi, mengapresiasi langkah cepat dan solidaritas masyarakat dalam menjaga akses ekonomi daerah.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif masyarakat, para sopir, pengepul, dan perusahaan yang bergerak cepat melakukan pemeliharaan jalan secara mandiri. Ini bentuk kepedulian bersama agar distribusi hasil perkebunan dan kebutuhan masyarakat tetap lancar dan perekonomian masyarakat tidak terganggu,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah kecamatan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten agar penanganan jalan tersebut dapat masuk dalam prioritas perbaikan sesuai kemampuan anggaran.
Sementara itu, Ipda Ikhsan Wahyudi selaku inisiator kegiatan sekaligus penggagas pemeliharaan jalan secara mandiri mengatakan, aksi ini lahir dari keprihatinan bersama atas kondisi jalan yang semakin rusak akibat intensitas hujan yang tinggi.
“Kami melihat kondisi jalan yang rusak ini bisa berdampak besar terhadap penghasilan masyarakat, terutama para pekebun dan sopir angkutan sawit. Dari situlah muncul kesepakatan bersama untuk patungan membeli material dan melakukan perbaikan sementara agar jalan tetap bisa dilalui,” jelasnya.
Menurutnya, semangat gotong royong menjadi kekuatan utama dalam menjaga infrastruktur dasar di tengah keterbatasan. Ia berharap langkah ini dapat menjadi contoh kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, aparat, dan pelaku usaha dalam menjaga akses vital perekonomian.
Dengan adanya perbaikan sementara ini, arus distribusi kelapa sawit menuju PKS Sungai Kupang diharapkan tetap berjalan lancar sembari menunggu penanganan lanjutan dari pemerintah daerah.(San)
