
Ilustrasi kawasan Stadion Internasional Kalsel. (Foto:MC Kalsel)
BANJARBARU, kalimantanprime.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mengumumkan perkembangan terbaru terkait proses pengadaan tanah untuk pembangunan stadion bertaraf internasional di Kelurahan Landasan Ulin Barat, Kecamatan Liang Anggang, Banjarbaru. Tahapan ini menjadi bagian penting dalam realisasi proyek infrastruktur olahraga berskala besar tersebut.
Pengumuman ini disampaikan Kepala Dinas PUPR Kalsel, M. Yasin Toyib, melalui Kepala Bidang Penataan Ruang dan Pertanahan, M. Rum Mapawa, di Kantor PUPR Banjarbaru, Jumat (13/2/2026).
Rum Mapawa menjelaskan, stadion bertaraf internasional tersebut akan dibangun di atas lahan seluas 28,769 hektare. Untuk mendukung proses pembebasan lahan, Pemerintah Provinsi Kalsel telah menyiapkan anggaran sekitar Rp65 miliar, dengan total 88 pemilik lahan yang terdampak.
“Penetapan lokasi ini menjadi langkah awal yang sangat penting dalam proses pembangunan stadion internasional. Kami memastikan seluruh tahapan pengadaan tanah dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” ujarnya.
Proyek pembangunan stadion ini diproyeksikan menjadi salah satu ikon baru olahraga di Kalimantan Selatan. Selain meningkatkan kualitas sarana dan prasarana olahraga, keberadaan stadion diharapkan mampu memperkuat daya saing daerah dalam penyelenggaraan event berskala nasional maupun internasional.
Stadion ini juga dirancang sebagai ruang publik representatif yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan sosial, budaya, konser, serta berbagai agenda berskala besar lainnya. Setelah selesai tahapan pembebasan lahan makan proses pembangunan akan dilanjutkan dari Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kalsel.
Saat ini, proses pembangunan memasuki tahap persiapan tender dengan skema design and build. Sementara itu, paket manajemen konstruksi telah mulai ditayangkan melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).
“Manajemen konstruksi stadion sudah tayang di LPSE, sedangkan untuk fisiknya Bidang Cipta Karya masih dalam persiapan tender design and build. Karena skemanya design and build, pekerjaan fisik dan penyempurnaan desain akan berjalan bersamaan,” jelas Rum Mapawa.
Lebih lanjut, pembangunan stadion internasional tersebut memiliki pagu anggaran sebesar Rp1 triliun yang dialokasikan untuk tiga tahun anggaran, yakni 2026 hingga 2028. Pada tahun pertama, pekerjaan akan difokuskan pada pengolahan dan perkuatan tanah serta pembangunan struktur awal.
Dengan dimulainya tahapan pengadaan tanah ini, Pemerintah Provinsi Kalsel menegaskan keseriusannya dalam merealisasikan stadion berstandar internasional sebagai investasi jangka panjang bagi kemajuan daerah.
“Target kami, akhir 2028 stadion sudah rampung,” tegasnya. (MC Kalsel/Ril)