KOTABARU, kalimantanprime.com– Infrastruktur jalan dan pembangunan gedung Taman Kanak-Kanak (TK) menjadi sorotan utama dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Kelumpang Selatan Tahun 2026 untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Kotabaru Tahun 2027.
Forum strategis yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Kelumpang Selatan, Kamis (19/2/2026), itu menjadi wadah penyelarasan program prioritas pembangunan sekaligus menyerap aspirasi masyarakat agar tepat sasaran dan sesuai kebutuhan riil di lapangan.
Kegiatan tersebut dihadiri Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kotabaru, Mudianto, anggota DPRD, perwakilan SKPD, Kapolsek Kelumpang Selatan Iptu Budi Murahman, Danposramil Kelumpang Selatan Serka Suryono, para kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta unsur masyarakat lainnya.
Camat Kelumpang Selatan, Akhmad Mawardi, S.Ag., dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa kepada masyarakat yang menjalankannya. Ia berharap momentum Ramadan membawa keberkahan bagi setiap ikhtiar pembangunan di wilayah tersebut.
“Kami berharap perencanaan pembangunan hari ini benar-benar membawa Kelumpang Selatan menjadi lebih maju dan turut memperkuat Kabupaten Kotabaru sebagai daerah yang hebat dan berdaya saing,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, Camat menegaskan sejumlah usulan prioritas yang dinilai mendesak, terutama terkait infrastruktur jalan. Ia menyoroti ruas jalan dari Pantai Pelajau Baru yang telah direncanakan pada 2025 namun hingga kini belum terealisasi. Kondisi jalan tersebut dinilai cukup memprihatinkan dan berdampak pada aktivitas masyarakat.
Selain itu, peningkatan jalan koridor Pantai Baru, Bumi Asih, Pembelacanan hingga Tanjung Pangga kembali diusulkan menjadi prioritas pembangunan. Camat mengapresiasi alokasi anggaran sebesar Rp5 miliar untuk peningkatan jalan di Desa Tanjung Pangga dan berharap tidak terjadi perubahan dalam pelaksanaannya.
“Selama ini masyarakat di Pantai Baru, Bumi Asih, Pembelacanan dan Tanjung Pangga belum pernah merasakan jalan beraspal di depan rumah mereka. Ini menjadi harapan besar masyarakat,” tegasnya.
Tak hanya infrastruktur jalan, kebutuhan pembangunan gedung TK di Desa Tanjung Bangga juga menjadi perhatian serius. Hingga kini, desa tersebut belum memiliki bangunan TK sendiri meski masyarakat telah menghibahkan lahan untuk pembangunannya. Namun, karena fokus anggaran dana desa tahun ini diarahkan pada program KDNP, pembangunan gedung tersebut belum dapat direalisasikan.
Camat pun meminta Dinas Pendidikan segera memberikan solusi agar kebutuhan pendidikan anak usia dini di desa tersebut dapat terpenuhi.
“Maju dan hebatnya Kabupaten Kotabaru sangat ditentukan oleh kemajuan desa-desa. Jika desa maju, maka kabupaten juga akan maju,” tambahnya.
Sementara itu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kotabaru, Mudianto, menegaskan bahwa Musrenbang merupakan tahapan penting dalam proses perencanaan pembangunan daerah. Melalui forum ini, seluruh usulan dari desa dan kelurahan dibahas bersama untuk diprioritaskan sesuai kebutuhan dan kemampuan anggaran daerah.
Beberapa usulan yang mengemuka dalam Musrenbang Kecamatan Kelumpang Selatan 2026 meliputi peningkatan dan perbaikan infrastruktur jalan, pembangunan sarana pendidikan dan kesehatan, penguatan sektor pertanian dan perkebunan, serta peningkatan pelayanan dasar masyarakat.
Infrastruktur jalan menjadi fokus utama mengingat tingginya aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya di sektor pertanian dan perkebunan.
Hasil Musrenbang ini selanjutnya akan dibawa ke tingkat kabupaten untuk dibahas dalam forum perangkat daerah hingga penetapan RKPD Kabupaten Kotabaru Tahun 2027. Melalui Musrenbang tersebut, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat semakin kuat sehingga arah pembangunan ke depan dapat berjalan efektif, efisien, dan berkelanjutan sesuai kebutuhan masyarakat.(San)
