Program BERLIAN ini bertujuan mempermudah masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dalam mengurus perizinan usaha tanpa harus datang ke kantor DPMPTSP di pusat kota.
Plt. Kepala Bidang Penyelenggaraan Perizinan dan Non Perizinan DPMPTSP Kotabaru, Zulizar Khahar, ST, mengatakan bahwa inovasi pelayanan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan layanan yang cepat, mudah, dan transparan.
“Kami ingin memastikan masyarakat, terutama pelaku UMKM, dapat mengurus perizinan dengan lebih cepat, mudah, dan gratis. Dengan hadirnya layanan ini di kecamatan, masyarakat bisa menghemat waktu dan biaya, sekaligus mempermudah pelaku usaha memperoleh legalitas usaha mereka,” ujarnya.
Adapun layanan yang disediakan dalam program BERLIAN meliputi pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB), Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK), serta Perizinan Industri Rumah Tangga Pangan (PIRT).
Camat Kelumpang Selatan, Akhmad Mawardi, S.Ag, menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Ia menilai layanan jemput bola ini sangat membantu masyarakat di wilayahnya.
“Kami sangat mengapresiasi langkah DPMPTSP Kotabaru yang menghadirkan layanan langsung ke kecamatan. Ini sangat memudahkan warga kami, terutama pelaku UMKM, untuk mengurus perizinan tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke kota. Semoga program ini terus berlanjut dan menjangkau seluruh desa,” tutur Akhmad Mawardi.
Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sejak pagi. Banyak warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi sekaligus menyelesaikan proses perizinan. Salah satu warga, Jurkani, mengaku sangat terbantu dengan adanya layanan BERLIAN di kecamatan.
“Saya sangat terbantu. Biasanya harus ke kantor kabupaten, jauh dan antre lama. Sekarang cukup datang ke kantor kecamatan, prosesnya cepat, petugasnya ramah, dan tidak dipungut biaya,” ujar Jurkani.
Program layanan langsung perizinan (BERLIAN) ini dijadwalkan berlangsung secara bergilir di seluruh kecamatan di Kabupaten Kotabaru. Ke depan, DPMPTSP berencana terus mengembangkan inovasi pelayanan berbasis jemput bola guna menciptakan iklim investasi yang kondusif serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.(San)

