KOTABARU, kalimantanprime.com – Kemunculan seekor buaya di areal perkebunan kelapa sawit milik PT SKPE di Desa Bumi Asih, Kecamatan Kelumpang Selatan, Kabupaten Kotabaru, kembali meresahkan warga. Satwa liar tersebut terlihat pada Sabtu (14/2/2026) siang, di perbatasan Desa Bumi Asih dan Desa Pembelacanan.
Buaya itu pertama kali ditemukan seorang pekerja saat hendak pulang kerja. Hewan tersebut tampak berjemur di pinggir parit kebun yang berada di jalur menuju Pembelacanan.
Rohadi, warga Desa Pantai Baru yang juga bekerja di perusahaan tersebut, membenarkan adanya kemunculan buaya tersebut. Ia menerima laporan dari anggotanya yang melihat langsung satwa itu di lokasi.
“Lokasinya berada di perbatasan antara kebun sawit milik pribadi dengan kebun sawit SKPE, tepatnya arah Pembelacanan. Saat dalam perjalanan pulang, terlihat buaya sedang berjemur di pinggir parit,” ujarnya.
Ia mengimbau para pekerja dan warga yang beraktivitas di sekitar lokasi agar meningkatkan kewaspadaan, mengingat area tersebut kerap dilalui pekerja kebun.
“Mohon berhati-hati apabila bekerja di sekitar lokasi itu. Saya juga sudah mengingatkan anggota agar selalu memperhatikan kondisi sekitar dan tidak lengah,” tambahnya.
Kemunculan buaya di Kecamatan Kelumpang Selatan bukan kali pertama terjadi. Beberapa hari sebelumnya, seorang warga Desa Pantai dilaporkan diserang buaya saat beraktivitas di tambaknya. Meningkatnya populasi satwa liar tersebut diduga menyebabkan perluasan habitat hingga mendekati area perkebunan dan permukiman warga.
Camat Kelumpang Selatan, Akhmad Mawardi, mengimbau masyarakat agar tidak panik namun tetap waspada, khususnya saat beraktivitas di sekitar parit, sungai, maupun area yang berpotensi menjadi habitat buaya.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya pekerja kebun dan warga yang beraktivitas di sekitar aliran air, agar selalu berhati-hati. Hindari bekerja sendirian di lokasi rawan dan segera laporkan kepada aparat desa atau pihak terkait apabila kembali melihat keberadaan buaya,” tegasnya.
Ia juga meminta pihak perusahaan serta pemerintah desa setempat segera berkoordinasi dengan instansi terkait guna melakukan pemantauan dan langkah antisipasi, demi mencegah kejadian yang tidak diinginkan.
Pemerintah kecamatan berharap masyarakat tetap tenang serta tidak melakukan tindakan berisiko, sembari menunggu langkah penanganan lebih lanjut dari pihak berwenang.(San)
