MARABAHAN, kalimantanprime.com – Warga Desa Tabing Rimbah, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala, masih bertahan di tengah banjir yang merendam permukiman mereka hampir dua pekan terakhir. Sejak awal Januari 2026, genangan air setinggi lutut orang dewasa belum sepenuhnya surut dan terus menghambat aktivitas warga.
Di tengah situasi tersebut, Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman, turun langsung meninjau kondisi warga terdampak banjir, Jumat (16/1/2026) sore. Kedatangan orang nomor dua di Kalsel itu menjadi harapan tersendiri bagi warga yang selama ini merasa minim perhatian.
Selain meninjau lokasi terdampak, Hasnuryadi juga menyerahkan bantuan sembako sebagai bentuk kepedulian sekaligus dukungan moril agar warga tetap kuat menghadapi musibah banjir yang berlarut-larut.
Dalam dialog terbuka dengan warga, sejumlah keluhan disampaikan, terutama terkait belum meratanya bantuan selama banjir berlangsung. Salah seorang warga bahkan mengungkapkan kekecewaannya terhadap pemerintah kabupaten.
“Sampai saat ini kami belum menerima bantuan atau perhatian dari pemerintah kabupaten, Pak,” ujar seorang warga saat menyampaikan keluh kesah di hadapan Wakil Gubernur.
Suparman, warga Ray 5 Tabing Rimbah, mengatakan banjir telah menggenangi wilayahnya sejak 1 Januari 2026 dan hingga kini belum sepenuhnya surut, meski debit air perlahan menurun. Ia mengapresiasi langkah Hasnuryadi Sulaiman bersama keluarga besar Hasnur Group yang turun langsung ke lapangan.
“Terima kasih kepada Pak Hasnuryadi Sulaiman yang sudah datang langsung melihat kondisi kami dan memberikan bantuan sembako dari Yayasan Hasnur Center dan Nur Sulaiman Community. Ini sangat berarti bagi kami,” ucap Suparman.
Namun demikian, Suparman juga menyoroti dampak banjir terhadap infrastruktur desa, khususnya jalan lingkungan yang kian rusak akibat lama terendam air. Banyak ruas jalan kini berlubang dan membahayakan aktivitas warga.
“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah, terutama soal jalan yang kondisinya makin parah. Selain itu, kami juga berharap ada solusi agar banjir tahunan ini bisa berkurang. Sejak 2019, banjir seperti ini terjadi hampir setiap tahun,” katanya.
Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Hasnuryadi Sulaiman yang akrab disapa Bang Hasnur menjelaskan bahwa kehadirannya bersama sang istri, drg Ellyana Trisna Hasnuryadi, serta keluarga besar Hasnur Group, Yayasan Hasnur Center, Nur Sulaiman Community, dan BKOW Kalsel bertujuan untuk bersilaturahmi sekaligus mendengar langsung aspirasi masyarakat.
“Sudah setengah bulan warga di sini terdampak banjir,” ujarnya.
Bang Hasnur juga memastikan kepada warga di Ray 5 Tabing Rimbah RT 6 terkait penyaluran bantuan dari pemerintah daerah. Saat warga menyampaikan bahwa belum ada bantuan yang diterima, ia mengaku prihatin.
“Belum ada ya,” tanyanya kepada warga.
Ia menegaskan bantuan yang disalurkan merupakan amanat dari pimpinan Hasnur Group serta pesan almarhum H Abdussamad Sulaiman HB dan almarhumah Hj Siti Nurhayati, pendiri Hasnur Group, agar selalu hadir dan memberi manfaat bagi masyarakat.
“Mudah-mudahan apa yang kami berikan ini, meskipun belum bisa dikatakan cukup, bisa sedikit meringankan beban warga,” tuturnya.
Selain menyalurkan bantuan sembako, pihaknya juga mendirikan posko kesehatan di Kantor Desa Tabing Rimbah yang dapat dimanfaatkan masyarakat selama banjir masih berlangsung.
Bang Hasnur pun mengajak warga untuk tetap menjaga semangat, saling menguatkan, dan bergotong royong menghadapi kondisi sulit ini.
“Apapun akan kita lewati bersama. Mudah-mudahan warga di sini bisa sabar, saling membantu, dan tetap berpikir positif,” katanya.
Ia juga berharap ke depan semakin banyak pihak yang tergerak untuk membantu warga terdampak banjir di Tabing Rimbah.
“Bagi yang memiliki rezeki lebih, kami berharap bisa turut membantu. Saat ini warga benar-benar membutuhkan,” pungkasnya.(Zea)

