MARTAPURA, kalimantanprime.com – Kepedulian ditunjukkan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan H. Hasnuryadi Sulaiman yang turun langsung menyambangi warga terdampak banjir di Desa Gudang Hirang (Sungai Madang), Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Rabu (7/1/2026) sore. Bersama sang istri, drg. Hj. Ellyana Trisya Hasnuryadi, ia memilih berjalan kaki menembus banjir setinggi paha orang dewasa sejauh lebih dari tiga kilometer untuk memastikan bantuan sampai ke tangan warga.
Perjalanan tersebut berakhir di Langgar Darulmuslimin RT 08, lokasi yang dijadikan titik kumpul warga yang telah hampir dua pekan hidup berdampingan dengan banjir. Di tempat itu, Wakil Gubernur tidak hanya menyerahkan bantuan kebutuhan pokok, tetapi juga berdialog langsung dengan masyarakat, mendengar keluhan, serta memberikan dukungan moril.
Kehadiran orang nomor dua di Kalsel itu membawa suasana berbeda. Wajah-wajah lelah warga perlahan berubah ceria saat Hasnuryadi dan Ketua BKOW Kalsel menyapa warga satu per satu. Candaan ringan dengan anak-anak pun membuat suasana lebih hangat, meski ratusan kepala keluarga masih harus bertahan di tengah genangan air.
Dalam kegiatan tersebut, Wagub didampingi sejumlah kepala SKPD Pemprov Kalsel, UPZ “Bakti Bersama” Hasnur Group, IKAPTK Kalsel, Tenaga Ahli Gubernur, serta Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalsel Gusti Iskandar. Kehadiran mereka memastikan penyaluran bantuan berjalan merata dan tepat sasaran.
Beragam bantuan disalurkan, mulai dari ratusan paket sembako dari UPZ Hasnur Group dan Yayasan Hasnur Centre, dukungan dari IKAPTK Kalsel dan Dispora Kalsel, obat-obatan dari Dinas Kesehatan Kalsel, hingga kebutuhan darurat lainnya melalui PMI bersama Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalsel.
Di hadapan warga, Hasnuryadi menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk selalu hadir, terutama saat masyarakat menghadapi musibah.
“Sesuai arahan Gubernur Kalsel, H. Muhidin, pemerintah harus selalu bersama masyarakat. Kami ingin melihat langsung kondisi warga dan menyampaikan bantuan. Mudah-mudahan ini bermanfaat,” ujarnya.
Menjawab keluhan warga terkait distribusi bantuan yang belum menjangkau seluruh wilayah, ia mengajak semua pihak mengedepankan kebersamaan dan solidaritas.
“Kita tidak saling menyalahkan, tapi mencari solusi. Masyarakat membutuhkan kita sekarang. Mari bahu-membahu, siapa pun yang berlebih, mari berbagi,” tegasnya.
Terkait pilihannya berjalan kaki menembus banjir, Hasnuryadi menyebut hal itu dilakukan agar bisa merasakan langsung kondisi yang dialami warga.
“Transportasi sebenarnya ada, tapi kami memilih berjalan kaki. Kami ingin merasakan apa yang dirasakan warga dan bisa berinteraksi langsung. Mudah-mudahan ini menjadi ikhtiar terbaik dengan niat ibadah,” katanya.
Sementara itu, Ketua RT 08 Desa Gudang Hirang Sungai Madang, Sarkawi, mengungkapkan rasa syukur atas perhatian pemerintah provinsi.
“Kondisi ini sudah sekitar 10 hari. Sebelumnya belum ada bantuan yang masuk. Kami sangat berterima kasih,” ucapnya.
Ungkapan harapan juga datang dari Ainun, warga terdampak banjir, yang berharap perhatian pemerintah tidak berhenti pada bantuan darurat semata.
“Kalau bisa jalan ini diaspal, supaya anak-anak sekolah yang lewat lebih nyaman,” harapnya.
Warga menilai banjir kali ini merupakan yang terparah dalam beberapa tahun terakhir. Ketinggian air rata-rata mencapai paha orang dewasa dan disebut lebih tinggi dibandingkan banjir besar yang terjadi pada 2021.
“Ini lebih dalam dari tahun sebelumnya,” pungkasnya.(Zea)
