Insiden tersebut melibatkan sepeda motor dinas bernomor polisi DA 2973 LAG dan sebuah truk dengan pelat KH 8975 LP. Pengendara motor, Rahmani Hidayat (36), dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian dengan luka fatal di bagian kepala.
Sopir truk, Wahyudi, mengungkapkan bahwa saat peristiwa itu terjadi dirinya sedang melaju menuruni jembatan dengan kecepatan rendah. Ia mengaku berhati-hati karena kondisi jalan yang menurun.
“Saya pelan, tidak berani kencang karena turun jembatan,” ujarnya.
Namun, di tengah perjalanan, Wahyudi merasakan adanya benturan pada kendaraannya. Awalnya ia tidak menaruh curiga.
“Saya pikir tadi seperti menabrak kayu. Tapi di jalan tidak ada kayu,” katanya.
Kecurigaan itu muncul ketika ia melihat ke kaca spion dan mendapati seorang pria sudah tergeletak di badan jalan. Menyadari kejadian tersebut, Wahyudi langsung menghentikan truknya dan turun untuk memeriksa kondisi korban.
Ia mengaku tidak dapat memastikan bagaimana tabrakan itu terjadi. Menurut informasi yang didengarnya di lokasi, korban diduga melaju dengan kecepatan cukup tinggi sebelum kecelakaan terjadi.
“Saya baru sadar setelah ada benturan dan lihat ke belakang. Soalnya kejadiannya cepat sekali,” tuturnya.
Aparat kepolisian masih menangani kasus tersebut untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan. (kyu)

