KOTABARU, kalimantanprime.com — Turnamen bola voli Tegalrejo Cup III tak sekadar menyuguhkan pertandingan kompetitif, tetapi juga menjadi etalase pembinaan atlet lokal di Kabupaten Kotabaru. Ajang antar kampung (tarkam) ini membuktikan bahwa dengan sistem yang tepat, turnamen desa mampu melahirkan pemain bermental tanding tinggi dan siap bersaing di level yang lebih luas.
Hal itu tercermin pada laga semifinal putri, Minggu (14/12/2025), saat Tim TVC Tegalrejo yang diperkuat kombinasi pemain lokal dan pemain Pro Liga, sukses menundukkan Tim BPB Sungai Durian dan memastikan tiket ke partai final.
TVC Tegalrejo yang berstatus sebagai tim unggulan tampil solid dengan kehadiran Alviodita, pemain Pro Liga dari Popsivo Polwan, yang menjadi motor permainan. Meski demikian, peran pemain lokal tetap menjadi fondasi utama dalam strategi tim.
Alviodita mengapresiasi kualitas penyelenggaraan Turnamen Tegalrejo Cup III, terutama fasilitas pertandingan yang dinilainya sudah sangat layak untuk ukuran turnamen tarkam.
“Untuk turnamen tarkam, lapangan di sini sudah bagus dan cukup proper. Pencahayaannya juga mendukung. Selama tidak hujan, pertandingan bisa berjalan dengan nyaman,” ujarnya.
Lebih dari sekadar fasilitas, ia menilai sistem turnamen yang mengutamakan pemain lokal sebelum menggunakan pemain bon sebagai langkah strategis dalam pembinaan atlet daerah.
“Sistem seperti ini bagus karena membuat pemain lokal lebih termotivasi. Mereka bisa ikut turnamen, berani bertanding, dan tidak terlalu bergantung pada pemain bon,” tambahnya.
Menurutnya, pembatasan pemain bon memberikan ruang yang adil bagi atlet lokal untuk berkembang melalui kompetisi yang sehat dan berkelanjutan.
Dukungan terhadap turnamen ini juga datang dari masyarakat. Suwandi, warga Tegalrejo, menilai Tegalrejo Cup III memiliki peran penting dalam membangun karakter dan mental bertanding generasi muda.
“Kegiatan seperti ini sangat baik untuk menggali potensi anak-anak muda, khususnya di Tegalrejo dan Kotabaru. Event seperti ini seharusnya sering diadakan oleh berbagai pihak agar pembinaan atlet tidak terputus,” katanya.
Sementara itu, Dewi, pemain BPB Sungai Durian, menilai turnamen ini telah menghadirkan atmosfer kompetisi yang sehat dan meriah, sekaligus membuka ruang pembelajaran bagi pemain muda.
“Banyak bibit junior yang tampil, khususnya dari Tegalrejo. Panitia juga aktif, dan kehadiran pemain Pro Liga menjadi motivasi tersendiri bagi pemain lokal untuk berkembang,” ungkapnya.
Turnamen Tegalrejo Cup III diharapkan menjadi model pembinaan olahraga berbasis masyarakat, di mana kompetisi tarkam tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga jalur awal lahirnya atlet voli daerah yang mampu berprestasi hingga tingkat nasional. (San)

