Breaking News
Loading...

Akhiri Kevakuman, Muswil III FK-PKBM Kalsel Tetapkan Ketua Baru


BANJARBARU
, kalimantanprime.com – Kevakuman kepengurusan Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (FK-PKBM) Provinsi Kalimantan Selatan akhirnya berakhir. Melalui Musyawarah Wilayah (Muswil) III yang digelar pada 22–23 Desember 2025 di Aula BPMP Banjarbaru, FK-PKBM Kalsel resmi menetapkan ketua baru untuk periode 2025–2030.

Muswil III yang mengusung tema “Mewujudkan Organisasi dengan Mengutamakan Asas Kebersamaan, Berkeadilan, dan Amanah Demi Mewujudkan FK-PKBM yang Lebih Bermartabat di Bumi Lambung Mangkurat” menjadi titik balik kebangkitan organisasi pendidikan nonformal di Kalimantan Selatan.

Caretaker DPW FK-PKBM Kalsel, Marhamah, S.Pd., Gr., M.Pd., menyampaikan bahwa pelaksanaan Muswil merupakan amanah langsung dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) FK-PKBM Indonesia guna mengaktifkan kembali roda organisasi yang sempat vakum.

“Selama enam bulan terakhir kami membangun komunikasi intensif dengan ketua DPD kabupaten/kota serta Dinas Pendidikan. Keberhasilan Muswil ini lahir dari semangat kebersamaan dan gotong royong pengelola PKBM se-Kalimantan Selatan,” ujar Marhamah.

Muswil III dihadiri Ketua Umum DPP FK-PKBM Indonesia Dr. Ir. H. Tuppu Bulu Alam, M.M., Wakil Kepala Litbang dan Data Sanjaya Gumay, S.H.I., unsur Dinas Pendidikan Provinsi Kalsel, BPMP, Dewan Pendidikan Provinsi, perwakilan BPKP, serta jajaran pejabat bidang Pendidikan Nonformal kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan.

Sidang pleno yang dipimpin Herman, S.Pd.I. (Balangan), Saifullah, S.Pd., MA (Kotabaru), dan Akhmad Saidi, S.Pd., MM (HSS) berlangsung demokratis. Dua nama mencuat sebagai calon Ketua DPW FK-PKBM Kalsel, yakni Achmad Baisuni, S.Pd., MM dan Marhamah, S.Pd., Gr., M.Pd.

Melalui pemungutan suara tertutup, Achmad Baisuni terpilih sebagai Ketua DPW FK-PKBM Kalsel periode 2025–2030 dengan perolehan 9 suara, sementara Marhamah memperoleh 5 suara.

Dalam pemaparan visi dan misi, Achmad Baisuni menegaskan komitmennya membangun organisasi yang inklusif, solid, dan profesional.

“Semua peserta Muswil adalah bagian dari kepengurusan. Kita akan bekerja bersama untuk membangun tata kelola organisasi yang profesional demi kemajuan pendidikan nonformal di Kalimantan Selatan,” tegasnya.

Rekomendasi Strategis Muswil

Selain memilih ketua, Muswil III juga melahirkan sejumlah rekomendasi strategis, di antaranya percepatan akreditasi PKBM, penguatan advokasi dana hibah daerah (BOP Daerah), serta pemerataan distribusi informasi hingga ke wilayah pelosok.

Muswil turut mendorong DPP FK-PKBM memperjuangkan kejelasan status hukum pendidik dan tenaga kependidikan nonformal agar memiliki kesempatan setara dengan guru formal, termasuk akses sertifikasi dan regulasi honor bagi tutor PNS maupun PPPK.

Di bidang kemitraan, FK-PKBM Kalsel mendorong pemanfaatan dana CSR perusahaan tambang dan perkebunan untuk penguatan vokasi lokal serta dukungan permodalan UMKM bagi lulusan PKBM. Muswil juga menegaskan sikap tegas dengan menyatakan perang terhadap praktik jual beli ijazah ilegal.

Ketua Umum DPP FK-PKBM Indonesia Dr. Ir. H. Tuppu Bulu Alam, M.M., saat melantik pengurus baru, berpesan agar FK-PKBM terus menjaga marwah organisasi dan memperkuat komunikasi lintas sektor.

“Pegang teguh moto PKBM: Berkarya, Berbakti, dan Peduli. Kibarkan panji PKBM di daratan Kalimantan Selatan,” pesannya sembari menyerahkan pataka organisasi.

Muswil III ditutup dengan menyanyikan lagu Bagimu Negeri dan yel-yel Kayuh Baimbai, menandai dimulainya babak baru perjuangan FK-PKBM dalam memperluas akses pendidikan kesetaraan yang bermutu bagi masyarakat Kalimantan Selatan.(San) 

Lebih baru Lebih lama