Breaking News
Loading...

Roy Marten: Indonesia Butuh Lebih Banyak Sosok seperti Sayed Jafar

Suasana hangat dan penuh keakraban saat Roy Marten membacakan undian door prize dalam halal bihalal bersama Sayed Jafar Alaydrus di Banjarbaru, Sabtu (4/4/2026)

BANJARBARU, kalimantanprime.com 
— Kehadiran Roy Marten langsung mencuri perhatian dalam acara halal bihalal bersama Sayed Jafar Alaydrus dan jajaran Partai Hanura Kalimantan Selatan, Sabtu (4/4/2026).

Aula dipenuhi warga. Suasana hangat berubah riuh saat Roy melayani permintaan swafoto yang tak henti-hentinya berdatangan. Dari Jakarta, ia datang bukan sekadar menghadiri acara—tetapi juga membawa kesan mendalam terhadap sosok tuan rumah.

“Kalau di Indonesia ada 10 orang seperti beliau, banyak persoalan bisa selesai,” ujarnya.

Bagi Roy, Sayed Jafar bukan hanya mantan kepala daerah dua periode. Ia melihat figur yang komplet—pengusaha mapan, politisi berpengalaman, sekaligus sosok yang tetap dekat dengan masyarakat.

Kedekatan itu, menurutnya, bukan sekadar simbolik. Berbagai program sosial dan kegiatan berbagi terus berjalan, tanpa sekat.

Momen santai sempat pecah saat sesi door prize dimulai. Roy yang didapuk membacakan nomor undian justru “diserbu” warga, terutama ibu-ibu, yang ingin berfoto bersama.

“Belum sempat baca kupon, sudah diminta foto,” canda Sayed Jafar, disambut tawa hadirin.

Di balik suasana penuh keakraban, acara ini juga menjadi ajang konsolidasi politik. Bagi Hanura, momentum pasca-Ramadhan dimanfaatkan untuk merapikan barisan dan memperkuat jaringan hingga ke akar rumput.

Sekretaris DPD Hanura Kalimantan Selatan, Syarifah Santiyansah, menegaskan pentingnya menjaga kedekatan dengan masyarakat.

“Partai harus tetap hadir di tengah rakyat,” ujarnya.

Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya Rudy Resnawan, Rektor Universitas Lambung Mangkurat Ahmad Alim, serta pengusaha H Rustam.

Di tengah tawa, swafoto, dan pembagian hadiah, pesan yang disampaikan Roy terasa sederhana namun kuat: Indonesia membutuhkan lebih banyak figur yang tak hanya sukses, tetapi juga tetap berpijak di tengah masyarakat.(Red) 

Lebih baru Lebih lama