Breaking News
Loading...

Obat Rindu Perantau, Festival Wadai dan Budaya Banjar Menggema di Malaysia

FESTIVAL – Festival Wadai, Bahasa dan Budaya Banjar 2026 diselenggarakan TriGolden Heritage dan NENDAGO di Bagan Serai, Malaysia, Sabtu (11/4/2026).

MALAYSIA, kalimantanprime.com – Kerukunan warga Banjar di Malaysia terus menunjukkan eksistensinya dalam memperluas jaringan sekaligus memperkokoh nilai-nilai kearifan lokal warisan budaya Banjar di perantauan.

Hal itu tergambar dalam gelaran Festival Wadai, Bahasa dan Budaya Banjar 2026 yang diselenggarakan TriGolden Heritage bersama NENDAGO di Bagan Serai, Malaysia, Sabtu (11/4/2026).

Festival yang mendapat dukungan dari Kementerian Pelancongan, Seni dan Budaya Malaysia (MOTAC) tersebut berlangsung meriah dan dihadiri warga Banjar perantauan yang rindu akan budaya leluhur, sekaligus ingin mengenal kembali ragam kearifan lokal nenek moyang mereka.

Kegiatan ini dinilai sebagai langkah strategis dalam mendukung program Tahun Melawat Malaysia 2026 (VMY 2026), sekaligus memperkenalkan warisan budaya Banjar kepada masyarakat internasional.

Keseriusan pemerintah Malaysia dalam mendukung festival ini juga terlihat sejak tahap persiapan. Delegasi Malaysia sebelumnya melakukan kunjungan ke Banjarmasin guna menggali referensi autentik terkait adat, busana, seni, dan budaya Banjar, sehingga festival yang digelar memiliki nilai kualitas serta memperkuat hubungan budaya yang telah terjalin.

Presiden Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB) Sa Dunia, H. Sahbirin Noor, mengapresiasi komitmen masyarakat Banjar di Malaysia yang terus melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai budaya Banjar di perantauan.

Melalui Sekretaris Jenderal KBB, Dr. Taufik Arbain, didampingi Drs. H.M. Ari Achdiyani (Wakil Ketua III) dan H. Tarmuji (Koordinator Bidang Organisasi), disampaikan bahwa upaya tersebut tidak hanya memperkokoh identitas budaya, tetapi juga berkontribusi dalam pembangunan Malaysia.

“Ide ini bukan hanya memperkuat identitas budaya, tetapi juga menjadi kontribusi nyata warga perantauan bagi pembangunan Malaysia,” ujar Taufik Arbain.

Dalam kesempatan tersebut, H. Sahbirin Noor juga menyerahkan seperangkat busana pengantin Banjar sebagai referensi keindahan warisan budaya yang ditampilkan dalam festival.

Festival Wadai, Bahasa dan Budaya Banjar 2026 secara resmi dibuka oleh Dato’ Shaharuddin bin Abu Sohot, Ketua Setia Usaha Kementerian Pelancongan, Seni dan Budaya Malaysia. Dalam sambutannya, ia menegaskan dukungan penuh pemerintah Malaysia dalam memperkenalkan budaya Banjar agar hubungan kedua negara semakin erat, sekaligus menjaga warisan budaya bagi generasi mendatang. (Red) 

Lebih baru Lebih lama